Selamat Datang di JavaIndoTech, No.1 Astronomy & Engineering Supply

www.toko.jualteleskop.com merupakan salah satu website resmi toko online JavaIndoTech yang terpercaya yang telah berdiri sejak tahun 2010, memulai penjualan di bidang astronomy, alat-alat lab, indoor, dan alat-alat survey. Selain itu JavaIndotech menyediakan suku cadang dan spare part serta pelayanan service purna jual.

JavaIndoTech telah melayani berbagai konsumen di bidang pendidikan, badan rukyat hilal, perusahaan, atau untuk penghobi antariksa dan astrofotografi. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin tinggi kompleksitasnya, maka JavaIndoTech berusaha untuk memenuhi kebutuhan dengan memberikan support tenaga ahli handal yang mengerti teknis dan operasianal, mampu memberikan saran produk demi untuk memenuhi kebutuhan konsumen memilih produk yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

Untuk memudahkan proses jual beli, demi keamanan dan kenyamanan pelanggan, JavaIndoTech telah mengikuti berbagai metode transaksi yang aman dan bertanggung jawab seperti rekening bersama, marketplace ternama dan terpercaya, dan tentu saja transaksi langsung COD atau calon customer mendatangi langsung ke tempat kami sehingga proses jual beli menjadi transaksi yang diinginkan kedua belah pihak

Tujuan kami adalah mendatangkan kepuasan bagi pelanggan, bergabunglah bersama kami, jika anda sedang membutuhkan alat astronomi untuk keperluan teknis apapun, penghobi serius, atau bahkan penghobi newbie sekalipun, kami siap membantu anda sepenuh hati.

Daftar Harga Teleskop

Telescope Celestron Land and Sky 50 → Rp 435.000
Telescope Celestron Land and Sky 50 Blue Edition → Rp 525.000
Telescope Celestron Land and Sky 60 Blue Edition → Rp 650.000
Telescope Celestron PowerSeeker 50AZ → Rp 672.300
Telescope Celestron FirstScope → Rp 824.900
Telescope Celestron PowerSeeker 60AZ → Rp 1.098.500
Telescope Celestron PowerSeeker 70AZ → Rp 1.397.500 √ Pilihan terbaik untuk teleskop harga 1jt-an
Telescope Celestron PowerSeeker 60EQ → Rp 1.617.300
Telescope Celestron AstroMaster LT 70AZ → Rp 1.617.300
Telescope Celestron AstroMaster LT 76AZ → Rp 1.821.300
Telescope Celestron C50 mini mak waterproof spotting scope → Rp 1.750.000
Telescope vixen space eye 50 telescope → Rp 1.987.650
Telescope Celestron AstroMaster 70AZ → Rp 2.023.700
Telescope Celestron AstroMaster 70EQ → Rp 2.185.700
Telescope Celestron PowerSeeker 114EQ → Rp 2.022.300
Telescope Celestron PowerSeeker 70EQ → Rp 2.064.300
Telescope Celestron AstroMaster 76EQ → Rp 2.292.300
Telescope Celestron PowerSeeker 80EQ → Rp 2.427.300
Telescope Celestron AstroMaster 90EQ → Rp 3.780.000
Telescope Celestron Astromaster 114EQ → Rp 3.879.500
Telescope Celestron Astromaster 130EQ → Rp 4.075.700 √ Pilihan terbaik untuk teleskop reflektor manual
Telescope Celestron Astromaster 130EQ-MD → Rp 5.200.700
Telescope Celestron NexStar 90SLT → Rp 6.207.300
Telescope Celestron NexStar 127SLT → Rp 7.998.300
Telescope Celestron NexStar 130SLT → Rp 7.309.800
Telescope Celestron Omni XLT 102 → Rp 9.852.300
Telescope Celestron Omni XLT 150 → Rp 9.852.300
Telescope Celestron Advanced C6-NGT → Rp13.362.300
Telescope Celestron NexStar 5SE → Rp 15.500.300 √ Pilihan terbaik untuk teleskop Schmidt-Cassegrain otomatis

 

Aksesoris

Celestron Universal Camera Adapter → Rp 925.000
Celestron Diagonal Star 1.25″ → Rp 816.900
Celestron Omni 2x Barlow Lens 1.25″ → Rp 847.700
Celestron Eyepiece and Filter Kit 1.25 in → Rp 3.575.700
Celestron NexImage 5 Solar System Imager (5MP) → Rp 4.289.560

Tipe Teleskop

 A quick guide to types of telescopes

Dengan sedikit panduan, anda dapat memilih teleskop dengan kualitas tinggi yang dapat dipakai sepanjang hidup anda.
S&T: Craig Michael Utter

 

Ini adalah panduan untuk membantu anda mengerti tentang beberapa tipe teleskop yang ada pada saat ini.

Berbekal beberapa pengetahuan dasar yang akan kami gagas pada artikel ini, Anda akan memiliki ide yang baik tentang apa yang harus dicari (dan apa yang harus dihindari) ketika mencoba untuk membeli teleskop baru di lapak jual teleskop.Jika anda masih bingung mencari anda dapat melihat beberapa referensi pencarian teleskop, cobalah untuk melihat pada link berikut ; Mencari teleskop berdasarkan harga, Mencari teleskop berdasarkan tipe, dan mencari teleskop berdasarkan merek

Banyak orang yang berpendapat bahwa teleskop yang baik untuk pemula harganya diatas 5jt atau lebih, akan tetapi teleskop dengan range harga 2jt s.d 5jt mempunyai kemampuan yang tidak bisa diremehkan juga, bahkan teleskop dengan budget dibawah 2jt sekalipun  bisa diandalkan untuk anda yang ingin memulai kesenangan tentang astronomi. Untuk beberapa rekomendasi tertentu, silahkan anda menyimak ulasan kami secara kontinyu, kami akan memberikan informasi terbaik untuk anda.  Review produk akan kami ulas pada kesempatan mendatang.

Teleskop yang anda inginkan harus mempynyai tiga aspek yang esensial: Optik kualitas tinggi, kontruksi penyangga yang kokoh, dan mount yang bergerak dengan pergerakan halus. Disamping itu tentu saja teleskop yang besar akan memudahkan anda dalam penggunaan teleskop dibanding dengan teleskop yang kecil, seperti yang akan kami jelaskan dibawah ini

Aperture: Fitur teleskop yang paling penting menjadi perhatian anda

Hal yang paling penting yang mempengaruhi karakteristik dari teleskop adalah Aperture. Diameter lensa atau cermin berfungsi untuk mengumpulkan cahaya, sering kita sebut dengan objektif. Lihat spesifikasi teleskop anda yang berada dekat dengan focuser, pada bagian depan tabung, atau yang tertera pada box. Satuan diameter aperture biasanya ditulis mm, atau pada sebagian tipe teleskop ada yang ditulis dengan satuan inci ( 1 inci = 2.54mm). Sesuai dengan aturan umum yang praktis, teleskop anda sebaiknya memiliki setidaknya diamater aperture 2.8 inchi atau 70mm, dan bahkan disarankan lebih.

Teleskop dengan aperture yang besar dapat melihat objek dengan kuantitas cahaya yang redup lebih detail dibanding dengan aperture yang lebih kecil. Akan tetapi teleskop kecil dengan kualitas yang baik dapat memberikan hasil yang cukup, khususnya bagi anda yang tinggal jauh dari perkotaan yang gemerlap cahayanya tinggi. Sebagai gambaran, anda dapat melihat puluhan galaksi diluar bima sakti kita dengan aperture 80mm (3.1 inci) pada lokasi yang gelap. Akan tetapi anda mungkin membutuhkan teleskop 6 sampai dengan 8 inci  seperti yang ditunjukkan di gambar berikut untuk melihat galaksi yang sama dari halaman belakang di kota-kota .

A Dobsonian telescope

 

Dan bagaimanapun kondisi langit anda, seberapa terang atau seberapa gelap kondisinya, pandangan melalui teleskop dengan aperture yang cukup akan lebih menghasilkan pandangan yang spektakuler dibandingkan dengan objek yang sama dengan teleskop yang lebih kecil. Sebaiknya abaikan teleskop yang menonjolkan iklan pada pembesarannya/ magnification, khususnya yang pembesarannya sangat tinggi seperti 600X pembesaran. Pada kebanyakan teleskop yang diproduksi, maksimum pembesaran yang wajar adalah 50X diameter aperture dalam inci atau dua kali diamater aperture dalam millimeters. Jadi sekarang anda mengerti kan, untuk mendapatkan pembesaran 600x anda tentunya membutuhkan teleskop dengan ukuran 12 inci, dan bahkan anda memerlukan waktu tunggu hingga larut malam demi menghasilkan hasil observasi yang lebih sempurna.

Types of Telescopes

Anda akan menumukan tiga jenis tipe teleskop:

Types of telescopes

Tiga tipe teleskop di desain menggunakan kombinasi optik yang berbeda dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sama: membuat objek yang jauh kelihatan besar dan terang dari apa yang anda lihat dengan mata telanjang
S&T: Gregg Dinderman

Refractors mempunyai lensa pada depan tabung- ini adalah tipe yang sangat familar. Hanya sedikit membutuhkan perawatan, dan tipe ini dari segi harga akan langsung melonjak begitu aparture nya bertambah besar. 

Reflectors menggunakan cermin pada bagian belakang tabung. Untuk aperture yang tertentu, ini umumnya teleskop yang lebih murah, tapi anda akan sedikit direpotkan karena teleskop ini membutuhkan  penyetingan kesejajaran optik secara periodik terutama jika anda menemukan jenis teleskop compound ( atau katadioptrik), yang mengkombinasikan cermin dan lensa. Dua desain yang sangat populer adalah Schmidt-Cassegrains dan Maksutov-Cassegrains

Onjektif focal length (F atau FL) adalah kunci untuk menentukan pembesaran atau yang biasa kita sebut sebagai magnification (Power). Membuat kalkulasinya sangat sederhana dengan membagi focal length dengan eyepiece, anda akan menemukannya pada  barel eyepieces. Sebagai contoh, teleskop mempunya focal length 500mm  dan 25mm eyepieces; maka pembesarannya adalah 500/25, atau 20x, simpel bukan?. Kebanyakan teleskop dilengkapi dengan dua eyepieces; anda dapat mengubah pembesaran dengan mengganti eyepieces yang mempunya perbedaan focal lenght.

Mount teleskop : Merupakan salah satu bagian dari teleskop yang sangat berharga

Teleskop anda membutuhkan sesuatu yang kokoh untuk mendukungnya. Banyak teleskop yang sudah dilengkapi dengan tripod dan mount. Meskipun untuk teleskop kecil pada umumnya hanya dilengkapi dengan tripod standar seperti tripod yang diperuntukan untuk fotografi yang hanya mempunyai satu sekrup. (perhatian: tripod yang biasa anda pakai untuk mengambil gambar keluarga belum tentu cukup bagus untuk keperluan astronomi.) Mount dirancang khusus untuk teleskop biasanya sudah tidak mengunakan sekrup tunggal, biasanya dilengkapi dengan flat atau piringan yang kokoh.

 

Telescope mounts

Pada keragamanbeberapa tipe teleskop, teleskop mempunya dua tipe dasar. Tipe alt-azimuth (gambar kiri) hanya bergerak atas-bawah dan kanan-kiri, tripod pada umumnya gampang disetting dan digunakan. Yang kedua equotarial mount (gambar kanan) dapat melacak objek angkasa dengan gerakan putar satu sumbu dan dapat dengan mudah dipasang motor penggerak (motor drive)
S&T: Craig Michael Utter

 

 

 

Pada beberapa mount teleskop dapat digerakan kanan dan kiri, atas dan bawah, persis seperti tripod kamera; maka ini dinamakan sebagai altitude-azimuth (atau alt-az) mount. Banyak teleskop cermin dengan desain yang sederhana dibuat dengan kayu, dikenal dengan dobsonian, ini merupakan variasi dari mounting alt-az. Untuk yang melibatkan gerakan mekanisme yang lebih, mount dirancang untuk melacak gerakan bintang dengan cara memutar pada sumbu tunggal, ini dinamakan mounting equatorial. Mounting ini mempunyai kecenderungan desain yang lebih luas dan lebih berat daripada desain alt-az; untuk menggunakan mounting equatorial dengan baik anda harus mensetting arah langit selatan. Beberapa teleskop mempunyai motor drive yang kecil untuk menggerakan sekeliling angkasa hanya dengan menekan tombol keypad. Pada tipe yang lebih tinggi levelnya, kita kenal sebagai teleskop Go To, teleskop yang walau kecil dibangun dengan sistem kontrol yang dikendalikan dengan hand control. Sekali anda memasukan data saat ini, waktu, dan lokasi dimana anda berada, teleskop dapat memposisikan sendiri secara otomatis, dan melacak, ribuan objek langit. Beberapa teleskop Go To membimbing anda untuk memperlihatkan tur pengenalan objek terbaik objek langit, komplit dengan pembacaan digital yang menggambarkan apa yang dikenal pada tiap-ttiap objek langit.

Akan tetapi teleskop Go To bukan untuk kebanyakan konsumen atau pemakai teleskop- proses setup mungkin sedikit membingungkan jika anda tidak tahu persis bagaimana mencari bintang terang di langit yang cerah. Dan teleskop Go To ada yang harganya pada range lower price dengan aperture yang kecil dan dengan harga yang sebanding dengan teleskop yang tanpa elektronik yang pada katagori entry-levels.

Mohon diingat . . .

Beberapa teleskop dapat mengantarkan mata anda pada suatu kepuasan dalam menikmati indahnya observasi langit alam semesta. Hanya dengan sedikit perhatian untuk memilih teleskop yang tepat buat anda, anda sudah siap untuk menikmati indahnya langit malam sepanjang hidup anda, bersama keluarga, orang tercinta, kelompok pecinta alam, ataupun anda sendiri…

http://www.skyandtelescope.com/astronomy-equipment/types-of-telescopes/

Sejarah Penemu Teleskop Bukan Galileo

PENEMU teleskop pertama bukanlah Galileo, teleskop pertama dibuat pada tahun 1608 oleh orang belanda bernama Has Lippershey. Teleskop tersebut memiliki dua lensa yang membiaskan cahaya dan membuat obyek yang jauh kelihatan sangat dekat.

Setahun kemudian, seorang bernama Galileo Galilei menggunakan teleskop yang serupa untuk mempelajari bulan.

Teleskop Galileo, bukanlah teleskop pertama yang ditemukan. Sebelum Galileo, banyak peneliti yang mengklaim bahwa dirinya adalah penemu teleskop. Meskipun begitu, teleskop Galileo adalah suatu alat yang lebih baik dari modifikasi teleskop refraksi yang dibuat oleh orang berkebangsaaan Belanda, Hans Lippershey.

Hans Lippershey (1570 September 1619), dikenal juga Johann Lippershey atau Lipperhey, adalah seorang pembuat lensa berdarah Jerman-Belanda. Ia dilahirkan di Wesel, Jerman Barat. Kemudian ia menetap di Middelburg, Belanda pada 1594, serta menikah pada tahun yang sama, dan menjadi warganegara Belanda pada 1602. Ia tinggal Middelburg sampai kematiannya. Middelburg adalah sebuah kota yang maju, terutama setelah jatuhnya Antwerp pada 1585 di Spanyol, yang menyebabkan banyak dari penduduk Protestan melarikan diri ke utara ke Belanda. Ia diberi penghargaan karena berhasil menciptakan dan mendesain teleskop sederhana yang pertama.

Teleskop kemungkinan telah banyak diciptakan lebih awal, dan masih menjadi perdebatan tentang penemu yang sebenarnya. Tetapi Lippershey dipercaya sebagai orang pertama mendapat suatu hak paten untuk desainnya dan membuatnya untuk digunakan secara umum pada 1608.

Namun, pada pada kenyataanya ia gagal menerima suatu hak paten untuk teleskop temuannya itu. Tetapi akhirnya ia dihadiahi oleh pemerintah Belanda atas duplikat dari desainnya. ” The Dutch Perspective Glass “, Teropong bintang yang Lippershey temukan hanya bisa memperbesar tiga kali pembesaran. Inisiatif awal untuk memperoleh hak paten dari temuannya diajukan pada bagian akhir laporannya ke Kedutaan Belanda dari Kerajaan Siam yang dipimpin oleh Raja Ekathotsarot. Laporan diplomatik segera disebarkan ke Eropa, dan mendorong eksperimen oleh ilmuwan lain seperti Paolo Sarpi Italia, yang menerima laporannya pada bulan November, atau Thomas Harriot dari Inggris pada 1609, dan Galileo Galilei yang segera memodifikasi teleskop Lippershey.

Hans Lippershey memegang sebuah lensa di depan lensa lain untuk memperbesar jarak objek. Dengan memasang dua lensa di dalam tabung yang terbuat dari kayu, Lippershey membuat teleskop yang pertama.

Teknik membuat kaca baru diperkenalkan oleh orang Italia di 1590-an, dan mungkin beberapa gagasan tentang pengkombinasian lensa ini telah munculkan komunitas pembuat kaca. Walaupun orang-orang mengklaim bahwa penemuan yang teleskop dan perangkatnya mustahil untuk dijaga kerahasiaannya, catatan awal telah ditemukannya suatu perangkat (seperti teleskop) tercantum pada surat pemerintah Zeeland ke delegasi nya di Serikat Belanda, tanggal 25 September 1608, yang berisi “siapakah orang yang menemukan penemuan baru yang dapat melihat benda pada jarak jauh akan menjadi seolah-olah dekat”.

Setelah itu, juga ada petisi dari Jacob Metius dari Alkmaar, sebuah kota di utara Belanda, yang juga mengklaim dirinya sebagai penemu teleskop. Klaim ketiga juga muncul dari Sacharias Janssen, dan juga menjadi bahan pembicaraan di Middelburg, yang muncul beberapa dekade kemudian. Catatan yang ada tidak cukup memadai untuk menentukan siapa yang sebenarnya penemu dari teleskop. Semua dapat kita katakan bahwa hak paten Lippershey adalah awal dari sebuah catatan ditemukannya teleskop.

Cornelius De Waard

Sebelum membicarakan Cornelis De Ward, kita harus mengetahui salah satu penemu teleskop lagi, yang bernama Zacharias Janssen. Zacharias Janssen ( c. 1580- c. 1638) adalah seorang berkebangsaan Belanda yang berasal dari Middelburg dan memperoleh penghargaan dari penemuannya. Zacharias Janssen juga merupakan salah satu orang yang dipercaya sebagai penemuan teropong bintang. Namun, sampai pada saat ini penemu sebenarnya dari teleskop masih dalam perdebatan. Pada tahun 2008, Belanda memperingati hari ultah yang ke-400 penemuan teropong bintang, dan memberi penghargaan untuk menghormati Jansen ataupun Hans Lippershey sebagai penemu dari teleskop

 

Kehidupan Sacharias Janssen yang telah didokumentasikan oleh banyak penyelidikan masih banyak yang simpang siur. Pada saat Perang Dunia II, banyak arsip bersejarah dari Middelburg dihancurkan oleh serangan bom pada tanggal 17 Mei 1940, saat invasi Nazi ke Belanda. Untunglah beberapa investigasi yang dilakukan sebelum Perang Dunia II telah dilakukan. Karena banyak file mengenai Jansen yang hilang akibat pengeboman. Salah satu investigasi yang penting dandipercaya mengenai Jansen adalah buku yang ditulis oleh Cornelis De Waard pada tahun 1906, de extenso.

http://www.wartamadani.com/2013/10/teleskop-sejarah-penemu-teleskop-bukan.html