Selamat Datang di JavaIndoTech, No.1 Astronomy & Engineering Supply

www.jualteleskop.com merupakan salah satu website resmi toko online JavaIndoTech yang terpercaya yang telah berdiri sejak tahun 2010, memulai penjualan di bidang astronomy, alat-alat lab, indoor, dan alat-alat survey. Selain itu JavaIndotech menyediakan suku cadang dan spare part serta pelayanan service purna jual.

JavaIndoTech telah melayani berbagai konsumen di bidang pendidikan, badan rukyat hilal, perusahaan, atau untuk penghobi antariksa dan astrofotografi. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin tinggi kompleksitasnya, maka JavaIndoTech berusaha untuk memenuhi kebutuhan dengan memberikan support tenaga ahli handal yang mengerti teknis dan operasianal, mampu memberikan saran produk demi untuk memenuhi kebutuhan konsumen memilih produk yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

Untuk memudahkan proses jual beli, demi keamanan dan kenyamanan pelanggan, JavaIndoTech telah mengikuti berbagai metode transaksi yang aman dan bertanggung jawab seperti rekening bersama, marketplace ternama dan terpercaya, dan tentu saja transaksi langsung COD atau calon customer mendatangi langsung ke tempat kami sehingga proses jual beli menjadi transaksi yang diinginkan kedua belah pihak

Tujuan kami adalah mendatangkan kepuasan bagi pelanggan, bergabunglah bersama kami, jika anda sedang membutuhkan alat astronomi untuk keperluan teknis apapun, penghobi serius, atau bahkan penghobi newbie sekalipun, kami siap membantu anda sepenuh hati.

Website kami lainnya: www.javaindotech.com www.javaindotech.co.id www.teropongbintang.com www.jualmikroskop.com

Panduan Membeli Teleskop Bintang

Panduan Membeli Teleskop Bintang

 Sejarah keterikatan antara manusia dengan perbintangan sudah sangat lama semenjak manusia mulai berpikir dan ingin tahu akan segala sesuatu disekitarnya. Selama berabad-abad perkembangan manusia berusaha mengobservasi langit hanya dengan menggunakan perhitungan kasat mata tanpa bantuan peralatan. Tentu saja pada kala itu objek di  langit dimungkinkan masih jelas terlihat mengingat kondisi langit bumi yang masih bagus, namun untuk observasi secara lebih mendetail adalah suatu hal yang mustahil. Penemuan mikroskop yang selanjutnya berkembang dengan ditemukannya teleskop, membuat orang mulai mengeksplorasi objek langit yang luas. Teleskop dalam perkembangannya semakin besar dengan teknologi yang  semakin baik pula dimana dapat menjangkau lebih jauh dan memberikan detil yang semakin jelas dan terukur. Pengetahuan akan hal-hal baru yang diketahui dari hasil observasi membuat kita bertanya kembali atas kepercayaan yang selama kita miliki dan menyangkal pemahaman-pemahaman yang selama ini kita ketahui.

Astronomy membawa  ilmu pengetahuan menjadi dapat diterima akal, memberikan pencerahan baru, dan keuntungan tak ternilai lainnya tidak hanya pandangan dan pemahaman kita terhadap dunia dan jagad raya, namun juga sebuah pertanyaan filosofi akan keberadaan kita dunia ini.

 

Sejarah Teleskop Bintang

Pada akhir tahun 1500an dua orang belanda Ayah dan anak Hans dan Zaccaria Jansen, mereka adalah pembuat kacamata. Ayah dan anak ini memulai penelitian untuk membuat mikroskop. Mikroskop hasil karya mereka ini selanjutnya diperkenalkan ke publik dan tidak lama setelahnya seseorang tertarik akan mikroskop buatan mereka. Orang tersebut kemudian melanjutkan menyempurnakan dan mengkalibrasi lensanya sehingga dapat digunakan untuk melihat objek jauh menjadi tampak lebih dekat. Sehingga akhirnya aplikasi hak paten pertama atas teleskop dilakukan oleh orang tersebut yang juga seorang Belanda pembuat kacamata bernama Hans Lippershey pada tahun 1608. Keluarga Jansenss dan Lippershey tinggal di satu kota yang sama. Sejarah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya saling mengenal satu sama lain namun juga mereka saling berhubungan dalam hal pekerjaan. Ditengah perselisihan akan hal paten temuan tersebut seorang Belanda lainnya bernama Jacob Menties, mengajukan aplikasi hak paten beberapa minggu setelah Lippershey.

Pada tahun 1609, ahli matematika dan ilmuwan terkenal Gallileo Galliei mempelajari hasil temuan lensa di Belanda oleh keluarga Janssens, dan mulai melakukan perbaikan-perbaikan terutama penambahan pada mekanisme fokus lensa. Gallieo mengembangkan teleskop sesuai idenya sendiri dan teleskop inilah yang dikenal orang banyak sebagai teleskop untuk pengamatan langit yang pertama. Dia bisa mendeskripsikan gunung dan kawah yang ada di bulan begitu juga gars-garis cahaya melengkung pada galaksi BimaSakti. Dia juga menggambarkan bahwa matahari memiliki bintik-bintik matahari, dan mengetahui bahwa Jupiter memiliki beberapa bulan yang berotasi mengitarinya.

Galileo dengan teleskop refraktor genggam buatannya

Teleskop temuan Gallileo ini sudah sangat familiar dengan masyarakat modern sekarang ini. Refractor-style telescope dengan lensa besar di depan dan tempat mata diujung belakangnya adalah sebagaimana umumnya mayoritas kita membayangkan bentuk dari teleskop. Teleskop ini menggunakan lensa dengan diameter 60-70mm, sehingga dengan sedikit cahaya memungkinkan astronom untuk melihat objek lebih banyak. Kekurangan dari jenis refraktor awal ini adalah munculnya warna semu yang disebut dengan abrasi kromatik, yang terjadi pada saat cahaya melewati lensa datar-cembung dan dibiaskan tidak teratur menjadi berbagai warna dengan panjang gelombang yang berbeda. Hal ini menyebabkan tidak dapat mengamati dengan pasti warna dan bentuk dari benda-benda langit.

Teleskop Refractor-style modern

Pada tahun 1668, Sir Isaac Newton yang tengah berada dalam masa gemilangnya dengan menerima berbagai penghargaan, berusaha memecahkan masalah abrasi kromatik ini. Solusinya atas masalah ini begitu sederhana namun inovatif: yaitu dengan melepas lensa sejajar yang digunakan. Newton menggantikannya dengan  cermin bulat dari bahan logam yang telah dipoles. Cahaya tidak lagi melewati lensa dan dipantulkan sehingga objek yang diamati menjadi jelas dan tidak muncul warna semu lagi. Namun sayangnya, terobosan Newton ini belum bisa menghilangkan masalah lain yang muncul yaitu abrasi sperikal (spherical aberration)-dijumpai terutama pada tepi bidang pandang-yang muncul karena bentuk cermin primer (utama) yang digunakan. Dengan teleskop temuannya memungkinkan Newton menggunakan cermin dengan ukuran lebih besar menjadi lebih mudah dilakukan daripada menggunakan dua lensa yang dengan ukuran yang sama/sebanding. Ukuran cermin yang lebih besar memungkinkan cahaya yang dikumpulkan lebih banyak sehingga pandangan menjadi lebih jelas daripada sebelumnya yang dihasilkan oleh teleskop refraktor.

Para pakar matematika pada jaman itu berupaya untuk memecahkan masalah yang muncul pada teleskop Newton (abrasi sperikal/distorsi), dengan berbagai perhitungan akhirnya ditentukan untuk membuat tipe cermin baru yang dikenal dengan sebutan Cermin Parabolik. Sehingga pada akhir tahun 1720 John Hadley membuat sebuah teleskop reflektor dengan menggunakan cermin parabolik yang hasilnya menunjukkan abrasi sperikal/distorsi yang terjadi sangat kecil sekali.

Selama beberapa dekade kemudian perubahan dan penambahan terhadap teleskop terus dikembangkan. Sebagian berhasil sebagian lainnya tidak. Hingga pada tahun 1800an refraktor dan reflektor semakin ditingkatkan dan disempurnakan seiring dengan terjadinya Revolusi Industri. Perkembangannya begitu pesat, dimana industri kaca dan penggilingan semakin presisi, hingga pada abad ke 20 desain standar refraktor dan reflektor mencapai puncaknya.

Perkembangan yang juga terjadi diluar bidang astronomi berdampak pada desain dan pembuatan teleskop. Pada awal tahun 1876, system lensa katadioptrik telah digunakan diseluruh dunia pada berbagai bidang seperti pada mikroskop dan lampu mercusuar. Sebagaimana sistem optik lainnya, sistem ini mengkombinasikan lensa dan cermin untuk menghasilkan  gambar tanpa abrasi kromatik (aberasi warna) maupun abrasi sperikal (penyimpangan bola/halo).

Piring korektor/lensa penyelaras digunakan pertama kali di kamera Bernhard Schmidt pada tahun 1931. Kamera Bernhard Schmidt adalah sebuah kamera fotografi jangkauan lebar yang menggunakan lensa penyelaras yang diletakkan di pusat kelengkungan cermin primer, menghasilkan gambar dengan titik fokus yang tepat pada sambungan detektor atau rol film dipasang. Lensa penyelaras ini relative tipis dan ringan sehingga memungkinkan kamera Schmidt menggunakan diameter lebih dari 50mm. Selama bertahun-tahun prinsip dasar  lensa katadioptrik secara umum dan desain lensa korektor/penyelaras Schmidt khususnya, terus dikembangkan dengan berbagai variasi yang muncul seperti Schmidt–Cassegrain, Maksutov, Maksutov-Cassegrain, Argunov-Cassegrain, and Klevtsov-Cassegrain yang kesemuanya dapat kelompokkan dalam kategori katadioptrik dan kesemuanya juga menggunakan kombinasi lensa dan cermin untuk mengoreksi abrasi kromatik dan sperikal dengan cara yang berbeda namun tetap menerapkan prinsip-prinsip yang sama.

Teleskop  katadioptrik : Perhatikan penempatan cermin sekunder di tengah piring korektor (corrector plate) depan.

Menginjak abad ke-20 muncul teleskop penelitian raksasa mulai dari 60mm Mount Wilson Observatory hingga 238mm BTA-6 di Rusia. Masalah yang terus menerus muncul dari teleskop reflector adalah bahwasanya cermin harus dibongkar pasang agar supaya tetap baik pantulannya sehingga reflektifitas yang dihasilkan tetap tinggi. Bila yang digunakan cermin dengan diameter kecil bongkar pasang masih mudah untuk dilakukan, tetapi dengan penggunaan diameter besar hal ini akan menjadi masalah. Pada tahun 1932 seorang ahli fisika di Institut Tehnologi California berhasil menemukan metode untuk mengaluminikan cermin melalui sebuah proses yang disebut thermal vacuum evaporation. Metode ini tak hanya menjadi terobosan baru dalam industri teleskop penelitian namun juga sebagai ajang pengenalan astronom baru. BTA-6 adalah sebuah penanda peting dimana ini adalah sebuah teleskop pertama yang dikendalikan dengan komputer yang membantu dalam menggerakkan tabung optik besar yang bersambung dan bertingkat. Memasuki pertengahan abad ke-20 kemajuan tehnologi semakin pesat dan masing-masing telah bersiap menyambut datangnya era digital.

Seperti halnya proses aluminisasi menjadi terobosan dalam tehnologi cermin, sebuah produsen teleskop kecil di California bernama Celestron mengembangkan metode untuk memproduksi secara massal piring korektor/lensa penyelaras Schmidt dengan menggunakan vakum untuk menarik kaca kedalam cetakan melengkung. Hal tersebut memungkinkan perusahaan menurunkan biaya produksi teleskop model Schmidt–Cassegrain secara drastic dan dapat membuka pasar baru dengan pembeli yang lebih banyak. Disaat Celestron berfokus pada teleskop reflektor dan model Schmidt-Cassegrain perusahaan kempetitor lain memfokuskan pada teleskop refraktor, perusahaan itu bernama Meade Instruments. Menyadari bahwa Celestron telah menguasai pasar Cassegrain, Meade memasuki pasar dengan inovasi berbeda dan dengan semangat kompetisi yang tinggi sebagai perusahaan teleskop yang juga turut andil dalam perkembangan bidang astronomi.

Bagian besar lain yang tidak dapat terlepas dari sejarah astronomi juga adalah memanipulasi secara manual bagian mount (dudukan/ pijakan)  teleskop, untuk melacak benda-benda di langit pada malam hari. Masalah yang timbul pada saat menggunakan mount adalah getaran yang dapat mengganggu proses pengamatan. Untuk mengurangi getaran pasangkan motor untuk penggerak mount teleskop sehingga memungkinkan pengamat lebih konsentrasi selama sesi observasi. Seiring datangnya era baru dan tehnologi telah mampu membuat alat menjadi lebih praktis, para pembuat mount teleskop melengkapi produknya dengan servo kecil dan motor stepper. Perkembangan berikutnya hanya tinggal menunggu waktu saja dimana revolusi komputer akan merambah bidang astronomi.

Motor Stepper : Memiliki kemampuan mebuat gerakan yang sangat kecil (micro-movements) dengan kecepatan bervariasi (variable speed) tanpa menghasilkan getaran (without vibration) yang mengganggu. Hal yang penting dalam teleskop tracking.

Mount sudah bisa dikendalikan dengan komputer sejak tahun 1970an, tetapi harus dipasangkan (menempel) dengan komputer. Bayangkan saja, pada saat itu belum ada MacBook Air dan bahkan hingga hampir tahun 90an bentuk laptop masih sangat berat dan harganya juga mahal, selain itu juga software astronomi belumlah secanggih sekarang ini. Hingga pada akhir tahun 1990 Meade (masih ingat-red), merilis produk pengendali tangan yang diberi nama “AutoStar”. Produk ini pertama kali dikenalkan dengan nama dagang LX 90 ETX  yang dikenal dengan cara penggunaan yang sangat mudah (pada saat itu) yaitu dengan antarmuka pengguna berbasis menu. Disaat produk lain masih harus menyelaraskan scope dengan tepat sambil mempelajari dasar astronomi, ETX menyederhanakannya. Produk ini tidak berukuran besar tapi telah dilengkapi dengan mount (dudukan/pijakan) yang sudah terpasang motor dan yang paling penting Autostar terhubung langsung pada mount dan hanya membutuhkan tenaga dari baterai AA yang sama digunakan pada motor.

Pada awal abad ke-21 setelah beratus-ratus tahun perjalanan perkembangan teleskop akhirnya sampai pada pengembangan astronomi ringkas dalam skala lebih besar yaitu mudah dalam produksi sistem optik yang bebas dari abrasi, motor yang hampir bebas getaran dan sistem komputer pengendali mandiri (computer hand controller).

Computer hand controller yang digunakan pada AutoStar LX 90 ETX produksi Meade

Pada jaman sekarang ini kita telah melihat evolusi dari teleskop yang dikendalikan oleh komputer menjadi dikendalikan oleh sebuah aplikasi pada perangkat mobile. Pada akhir tahun 2014/ awal 2015 Celestron telah mengumumkan dan merilis produk pertama dari teleskop yang dapat digunakan konsumen dengan mudah yang telah dilengkapi dengan Wi-fi yang telah terintegrasi untuk menghubungkan mount teleskop secara langsung dengan smartphone (ponsel pintar) atau tablet menggunakan aplikasi astronomi. Dengan konektivitas internet dan kemampuan pemrosesan yang canggih. Berbeda dengan AutoStar ketika pertama kali dirilis, kini anda bisa menggunakan ponsel anda dan mengarahkan bagian kamera ke teleskop untuk mengambil gambar. Tablet anda akan menunjukkan planetarium virtual dengan segala objek yang dapat anda jumpai dan dengan satu sentuhan (tap) pada layar mount anda akan dapat melihat objek yang ingin anda amati. Jika anda ingin tahu sejarah konstelasi objek yang iningin anda amati?, itu sudah tersedia di aplikasi, begitu juga jika anda inginkan panduan membeli teleskop bintang untuk melakukan pengamatan pada malam hari tertentu? tidak masalah, itu juga sudah tersedia, ingin panduan dengan diiringi narasi audio/video? anda juga mendapatkannya.

Ketika kita sudah berada di abad ke-21, berbagai kemungkinan sangat mungkin terjadi.

 

  • Terminology 101
  1. OTA (Optical Tube Assembly), Sambungan Tabung Optik adalah bagian utama dari teleskop. Tempat pengumpulan cahaya dan lensa okuler/pengamat (eyepiece) ditempatkan, serta kesemua kelengkapan optic telescope lainnya.
  2. Mount, adalah tempat melekat/dudukan OTA yang berfungsi bagi pengguna untuk mensejajarkan posisi telescope, menggerakkan dan mengarahkan pada saat tracking celestial objects. Penjelasan terhadap Mount secara lebih rinci akan disampaikan dibawah, untuk saat ini yang perlu anda ketahui adalah bahwa terdapat 3 jenis utama dari mount telescope, yaitu : Alt-Azimuth (AZ or Alt-Az), German Equatorial (EQ), and Motorized . Jenis mount bermotor (motorized) bisa saja bertipe Alt-Az atau EQ, tetapi dalam pembasan lain biasanya dipisahkan untuk membedakan dengan manual mount.
  3. Go-To, adalah istilah umum yang banyak digunakan untuk menyebut astronom pemula dan berlaku juga untuk motorized mount yang sebagian atau keseluruhan gerakannya dikendalikan dengan computer.
  4. Aperture, adalah ukuran diameter yang dimiliki lensa atau cermin utama (primer/objective lens) yang digunakan teleskop biasanya disebutkan dalam satuan millimeter. Pada dasarnya semakin besar diameter maka akan diperoleh gambar yang lebih jelas dan pengamatan kondisi luar angkasa lebih mendetail.

xxx

Aperture tampak dari bagian depan telescope

  1. Focal length, adalah jarak lensa primer (objective lens) ke eyepiece (lensa mata/ pengamatan) biasanya juga dalam satuan milimeter. Jarak ini berkaitan langsung dengan perbesaran teleskop yang akan digunakan yang sesuai dengan untuk pengamatan sehingga diperoleh gambar yang jelas.

The basic anatomy of a Refractor-style telescope

  1. Focal ratio, adalah istilah yang sudah familiar dikalangan fotografer begitu juga para astronom. Didefinisikan sebagai perbandingan antara

Focal Length dengan Aperture. Semisal sebuah teleskop memiliki aperture 100mm dengan Focal lengt 1500mm, maka Focal Rationya (f) adaladh 15. Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah, mengapa penting mengetahui Focal Ratio?. Berikut beberapa jawaban yang dapat disajikan :

  • Nilai f (Focal Ratio) dapat dijadikan acuan untuk memperkirakan ukuran dari teleskop dan pengangkutannya, meskipun belum melihat secara langsung teleskop yang dimaksud. Nilai f yang lebih kecil berarti focal length lebih pendek, begitu juga dengan OTA nya. Semisal anda tengah mempertimbangkan untuk membeli teleskop tipe Dobsonian 12” f/5 atau 12” f/15. Hanya dengan melhat f/ratio nya anda anda dapat tahu bahwa f/5 memiliki tabung yang lebih pendek dan mungkin dapat ditangani oleh satu orang, sedangkan f/15 akan jauh lebih besar (3kali lipatnya), lebih lanjut f/5 kemungkinan memiliki optical tube 5 kali satuan panjang, sedangkan OTA pada f/15 adalah 15 kali satuan panjang.
  • Secara lebih lanjut bagi para penggiat astropotographi, keberadaan nilai f (Focal ratio) sangat penting. Ratio yang lebih kecil maka lebih “cepat” teleskop tersebut, dimana waktu paparan/pengumpulan cahaya pada lensa objective (Exposure times) yang dibutuhkan untuk menangkap gambar menjadi lebih singkat. Exposure times yang singkat maka kesalahan-kesalahan selama proses pengamatan juga sedikit, sehingga memungkinkan anda memiliki lebih banyak waktu untuk dapat mengambil gambar sehingga memiliki banyak pilihan hasil nantinya.
  1. Magnification, adalah angka yang menunjukkan berapa kali perbesaran suatu objek dibandingkan dengan melihatnya dengan mata telanjang. Perbesaran 32x berarti objek yang anda lihat sekarang adalah tiga puluh dua kali lebih besar daripada bila dilihat tanpa perbesaran. Perbesaran dapat dihitung dengan membagi focal length teleskop dengan focal length lensa okuler/pengamatan (eyepiece). Jadi apabila sebuah teleskop memiliki Focal length 1500mm, dengan lensa mata 25mm maka akan memiliki perbesaran 60x dan jika ukuran lensa okuler/pengamatan 10mm akan menghasilkan perbesaran 150x. Dapat dilihat bahwa teleskop dengan focal length lebih panjang dengan panjang ukuran lensa mata lebih pendek semakin tinggi perbesaran yang dapat dicapai.

The Moon unmagnified as seen with the naked eye

The Moon at 32x: Note the increased image size & detail inversely proportionate to the field of view

  1. Coatings, adalah lapisan-lapisan micron yang tipis yang lapiskan pada permukaan optic untuk meningkatkan kinerja teleskop. Apabila dipasangkan pada lensa maka coatings ini berfungsi untuk melindungi lensa dari cahaya yang masuk yang akan terpatul dari permukaan (sehingga menjadikan kabur), mengoptimalkan pengamatan benda langit pada malam hari. Secara umum berfokus untuk menguatkan panjang gelombang (cahaya) sehingga meningkatkan tampilan. Apabila diterapkan pada cermin (baik primer, atau keduanya dalam posisi diagonal) maka akan meningkatkan refleksi dengan intensitas mencapai 100%. Coatings yang paling baik adalah dielectric yang mampu mencapai diatas 99%.
  2. Glass/kaca adalah bahan pembuatan lensa. Dengan kebanyakan model yang layak (sebagian tak layak), lensa dibuat dari kaca optic dipilih dari kualitas yang unggul bukan yang biasa sehingga dapat mengurangi terjadinga abrasi kromatik dan abrasi sperikal untuk menghasilkan gambar yang jelas dan tajam. Teleskop yang baik akan menggunakan kaca flourida atau extra-low disperse (tidak mudah berubah) untuk mengoreksi abrasi superior.

 

Sebelumnya telah disinggung cukup banyak terkait chromatic and spherical aberrations , sekarang mari kita lihat apa maksud sebenarnya dari istilah-istilah tersebut.

  • chromatic and spherical aberrations, adalah penyimpangan yang terjadi dimana cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda masuk ke dalam teleskop dan diteruskan oleh lensa dengan panjang gelombang yang berbeda juga namun dengan kecepatan rambat yang dapat diprediksi. Cahaya dengan panjang gelombang lebih pendek lebih cepat merambat daripada yang lebih panjang sehingga setelah melewati sisi lensa lainya variai gelombang cahaya yang dipantulkan dari satu objek sampai ke mata pengamat dengan waktu yang berbeda. Bentuk cermin atau lensa juga dapat menyebabkan abrasi/penyimpangan ini. Dalam hal bentuk lensa dapat dikarenakan terdapat bagian tertentu yang lebih tebal atau lebih tipis. Sehingga cahaya ketika melewati bagian lensa yang tebal maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan melewati bagian yang tipis. Pada kaca jika cahaya yang masuk tepat bagian tengah dipantulkan lurus OTA, sementara cahaya yang datang dari arah samping akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sampai ke mata pengamat, sehingga perbedaan waktu cahaya sampai cepat rambat gelombang cahaya yang berubah setelah mengenai cermin inilah yang mengakibatkan muncul abrasi kromatik. Pada suatu kasus yang ekstrim distorsi sangat begitu buruk sehingga pengamat dapat melihat kejadian” halo” (lingkaran cahaya yang mengelilingi) yang mengganggu proses pengamatan. Sebagaimana kita ketahui bahwa abrasi kromatik merupakan masalah yang muncul sejak awal teleskop dikembangkan, berbagai upaya perbaikan telah dilakukan mulai dari desain teleskop, lapisan optik (optical coating), pemilihan kaca yang berkualitas sebagai bahan lensa.
   
 Proses terjadinya Chromatic aberration:
beberapa gelombang cahaya tidak tepat sampai ke pengamat setelah melewati lensa
Kondisi yang benar dimana gelombang cahaya sampai ke pengamat pada titik yang sama

 

  • Spherical Aberration , adalah salah satu jenis abrasi yang juga dijumpai semenjak awal teleskop diperkenalkan. Abrasi ini disebabkan oleh kelengkungan lensa atau cermin tidak dapat memfokuskan cahaya pada satu titik. Untuk dapat melihat gambar dengan jelas cahaya yang masuk melalui lensa utama atau cermin besar harus bisa diteruskan dengan focus pada satu titik. Apabila bentuk, tekstur dan penempatan lensa atau cermin tidak tepat maka cahaya yang diteruskan juga tidak akan tepat pada titik focus pengamatan, ada yang melebihi ada yang lebih pendek dari titik focus sehingga akan mengakibatkan gambar dengan distorsi warna atau gambar kabur/tidak tajam.
   
Proses terjadinya Spherical aberration: 
tidak tepat diteruskan, dibelokkan pada bagian sisi.
Cahaya melewati lensa dan diteruskan tepat pada titik focus pengamatan.

 

Pengembangan teleskop reflector adalah untuk mengatasi masalah abrasi kromatik, tetapi penggunaan cermin pada teleskop ini secara alami memunculkan masalah baru yaitu aberasi spherical. Untuk menghilangkan hal tersebut dikembangkanlah teleskop dengan system catadioptrik yang menggunakan corrector plates (lensa penyelaras). Dengan menggunakan teleskop refraktor beberapa lensa ditumpuk di bagian depan sebagai corrector plates. Setiap teleskop refraktor yang ada di pasaran saat ini adalah “doublet” artinya menggunakan 2 piring koreksi (lensa penyelaras), yang membantu mengatasi masalah abrasi. Refraktor dengan spek lebih tinggi menggunakan konfigurasi “triplet” yaitu dengan menambahkan lensa penyelaras ketiga untuk mengoreksi lebih baik lagi. Triplet adalah yang optimal dan ini sangat penting dalam astrophotography.

 

Persepi Vs Realitas

Pada bagian ini akan membahas perbandingan mengenai apa yang anda inginkan untuk dilihat ketika menggunakan teleskop dengan hal apa yang akan anda dumpai sebenarnya. Kebanyakan orang tidak sadar akan pentingnya waktu, seolah tidak hidup di dunia tanpa telescope Hubble, mereka juga tidak ingat waktu ketika akses internet tidak lancar. Itulah gambaran generasi saat ini yang telah dibekali akses gambar beresolusi tinggi dari ruang dan alam semesta secara umum, dan juga bulan, planet, galaksi, nebula, dan sejumlah benda-benda langit yang ada.

Sebagai contoh ketika kita ingin mengetahui bentuk Saturnus dan cincinya kemudian kita lihat di google pada kualitas HD nya, tidak akan sesuai dengan ekspektasi kita dimana yang akan terlihat adalah gambar Saturnus tetapi dalam versi yang kecil, bandingkan dengan apa yang dapat kita lihat di iPad, Laptop atau televisi 4K. Tetapi ini berbeda bilaman kita menggunakan teleskop melihatnya sendiri secara langsung. Ini adalah sebuah pengalaman pribadi yang tidak terbayangkan. Para astronom baru dari segala usia harus tahu hal ini sebelum berinvestasi telescope. Sebagai seorang penasehat astronomi dan pengguna teleskop, saya menyarankan kepada siapa saja yang memang tertarik pada astronomi cobalah untuk melihat lewat internet terlebih dahulu untuk memastikan niat dan ketertarikan terhadap  teleskop dan astronomi. Tidak penting seberapa banyak uang yang anda keluarkan untuk sebuah teleskop itu adalah pantas untuk dapat melihat segala hal di langit secara langsung dibandingkan dengan melihat pada gambar yang diambil dan dimanipulasi secara profesional sekalipun.

   
Saturnus setelah beberapa kali perbesaran, dan diterapkan filter cahaya serta manipulasi warna di akhir Gambar Saturnus dengan pencahayaan & komposisi warna yang tepat pada titik fokus

 

Manipulasi oleh profesional saya tidak menyebut hasil Photoshop. Gambar-gambar yang anda lihat di internet  hampir tidak terkecuali gabungan dari puluhan, ratusan, atau mungkin ribuan gambar yang diambil selama bermalam-malam menggunakan filter fisik selama proses pengambilan gambar atau dengan filter selama proses pengeditan untuk membuatnya menjadi satu gambar yang “sempurna”. Tapi ingatlah satu hal bahwa tidak ada hasil surfing di internet yang dapat menggantikan sensasi mutlak melihat planet, galaksi, atau nebula untuk pertama kalinya dengan mata anda sendiri dengan menggunakan teleskop.

Pada akhirnya kita akan dapat melihat kualitas dari sebuah teleskop. Seperti yang sebelumnya telah kita bahas beberapa hal tertentu dapat meningkatkan kualitas gambar seperti penggunaan bahan ED atau Flouride glass, lapisan optic khusus, dan presisi dalam pembuatan komponen teleskop lainnya. Sadarilah bahwa perbedaan kualitas hal-hal tersebut akan memberikan pengaruh pada kualitas gambar yang anda lihat. Pada suatu saat nanti anda akan dapat lebih memilih teleskop dengan dengan aperture yang lebih kecil namun kualitas teleskop lebih tinggi daripada aperture besar namun kualitas kurang pada tingkat harga yang sama.

  • Choices

Setelah membahas tentang evolusi teleskop kita mengetahui bahwa ada tiga jenis teleskop : refraktor, reflector, dan katadioptrik. Sekarang kita telah sampai pada bagian teleskop mana yang paling tepat untuk digunakan. Sayangnya tidak ada jawaban yang dapat memuaskan bagi semua orang (seseorang dalam hal ini). Semua jenis memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga pilihan bergantung pada apa yang ingin anda lihat dan seberapa banyak anggaran yang anda miliki. Dari pembahasan kita pemilihan sebaiknya mengutamakan performance dari perangkat optic, lalu melihat kualitas mount, kemudian tripod dan system pendukung teleskop lain yang secara keseluruhan dapat menghasilkan gambar yang terbaik.

  1. Refractor

Teleskop dengan desain yang sederhana dan daya tahan yang baik, sehingga mudah dalam penggunaan dan perawatan. Sanat baik untuk pengamatan objek yang berada dalam system tata surya kita. Planet-planet dan juga bulan dengan komponen-komponen di dalamnya bisa tampak jelas, juga cukup baik untuk pengamatan diluar system tata surya kita. Karena posisi optic primer dan sekunder (lensa objektif dan lensa okuler) berada pada satu garis lurus jadi kemungkinan kecil ada penghalang sebagaimana pada teleskop Newtonian ataupu katadioptrik. Dengan pilihan konfigurasi corrector plate tipe triplet abrasi/penyimpangan hasil gambar hampir tidak ada.

Refractor

Refractor-style telescope: Perhatikan bahwa posisi pengamat berada di belakang

Ada beberapa kelemahan seperti pada harga lensa yang sedikit lebih mahal dibandingkan dua tipe teleskop lainnya. Penggunaan system lensa juga membuat teleskop jenis ini lebih berat dibandingkan Netownian dan katadioptrik pada ukuran yang sama. Karena keterbatasan aperture teleskop jenis ini agak kesulitan untuk pengamatan objek yang redup (kurang cahaya). Kesimpulannya teleskop jenis dengan spesifikasi optic yang dimiliki jenis teleskop refraktror sangat cocok untuk astrophotography atau pengambilan gambaran kondisi luar angkasa.

  1. Reflektor

Dengan menggunakan cermin utama yang besar jenis teleskop Newtonian ini akan memberikan hasil yang lebih maksimal, itu tidak masalah harga produksi cermin yang lebih murah daripada lensa. Untuk mendapatkan focus cahaya yang baik yang cermin skunder sebaiknya ditempatkan berdekatan dengan bagian depan dari OTA berhadapan dengan cermin utama. Cermin sekunder diletakkan pada posisi 45O sehingga dapat mengirim gambar ke dinding lensa okuler/ pengamatan. Posissi cermin sekunder ini menyebabkan sedikit hilangnya cahaya ketika melalui OTA. Selain itu pada reflektor tradisional bagian-bagian OTA masih memiliki celah yang memungkinkan masuknya debu dan kotoran sehingga membutuhkan tingkat perawatan lebih untuk menjaga perangkat optic tetap bersih. Versi terbaru teleskop Newtonian adalah Schmidt-Newtonian, yang telah menempatkan corrector plate di bagian depan yang membantu mengurangi abrasi sperikal dan mencegah kotoran masuk langsung ke bagian dalam OTA sehingga lebih mempermudah perawatan.

Karena anda menggunakan teleskop dengan aperture yang besar maka teleskop jenis ini sangat cocok untuk mengamati objek langit dalam dan redup yang tidak dapat dijangkau oleh teleskop refraktor seperti galaksi dan nebula.

Reflector

Reflector-style telescope: Perhatikan bahwa posisi lensa okuler/pengamatan dekat dengan bagian depan sambungan tabung optic (OTA)

Sebagai catatan penggunaan aperture besar pada jenis teleskop ini bisa mencapai ukuran beberapa kaki dengan ukuran panjang tabung mencapai 10 kaki (± 3 m) atau lebih disebut teleskop Dobsonian. Ukuran OTA yang besar memungkingkan untuk melihat objek yang besar dan sangat redup, tetapi juga menjadikan teleskop ini berat dan menghabiskan ruang. Terkadang butuh dimbongkar untuk pengangkutannya. Banyak Dobsonian yang menggunakan mount bergerak, menjadikannya mudah untuk dikaitkan pada mobil atau truk untuk diangkut ke lokasi observasi atau ada yang secara permanen diletakkan di observatorium.

  1. Katadioptrik

Jenis teleskop ini dikenal dengan ciri khas memiliki angka perbesaran yang besar dan tabung optic yang ringkas. Menerapkan system jalur cahaya berlipat, yaitu cahaya yang telah melalui corrector plate (lensa penyelaras) dipantulkan oleh cermin primer (utama) kembali ke bagian depan tabung dan dipantulkan kembali dengan cermin skunder berukuran lebih kecil menuju bagian belakang tabung optic (OTA) hingga sampai pada lensa okuler (pengamatan). Manipulasi cahaya dengan cara tersebut bertujuan untuk memperoleh focal length yang lebih panjang dari pada ukuran tabung optic.

Schmidt-Cassegrain

Catadioptric telescope: Posisi lensa pengamatan berada di bagian belakang sama dengan tipe refraktor.

Konfogurasi optic yang digunakan pada teleskop ini menjadikan OTA yang kompak (kotoran tidak mudah masuk) dan juga portable sehingga biaya perawatan sangat murah serta mudah digunakan. Teleskop ini juga menawarkan penggunaan aperture lebih besar daripada teleskop refraktor, namun mungkin akan lebih mahal daripada teleskop reflector pada penggunaan aperture ukuran yang sama. Katadioptrik cocok untuk segala bentuk pengamatan, baik yang dekat ataupun observasi langit yang dalam kecuali objek yang sangat redup. Teleskop ini juga memiliki masalah kehilangan cahaya yang sama pada teleskop reflektor (secondary mirror obstruction).

  • Mount

Mount yang akan anda pilih komponen yang sama dengan sambungan tabung optic (OTA). Sebagaimana telah kita bahas sebelumnya mount terbagi atas dua kategori pokok yaitu tipe Alt-Azimut dan Equatorial. Masing-masing tipe membantu anda dalam menggerakkan teleskop untuk observasi objek-objek di langit. Berdasar pengetahuan bahwa bumi kita berotasi, ketika anda mengobservasi objek maka mount akan bergerak sesuai sudut pandang anda menghasilkan gerakan teleskop sesuai kebutuhan. Kecepatan benda langit bergerak relative terhadap jaraknya dari bumi. Semisal Bulan karena dekat bulat tampak bergerak cepat menbutuhkan trekking observasi dengan gerakan-gerakan yang konstan, sementara objek benda-benda langit lainnya bergerak lambat. Begitu juga dengan perbesaran, dimana semakin besar perbesaran makan gerakan semakin object tampak lebih cepat.

  1. Alt-Azimut

Ini adalah jenis mount yang paling dasar dan paling umum digunakan. Memiliki dua sumbu yang tegak lurus dengan gerakan teleskop yaitu keatas atau kebawah (Alt or Altitude) dan ke kanan atau ke kiri (Az or Azimuth). Model dengan spesifikasi lebih rendah mengharuskan anda untuk memegang OTA dengan tangan, sementara model lain menawarkan tombol dengan kabel fleksibel untuk melakukan penyesuaian. Gerakan kebawah adalah untuk mengamati objek yang bergerak melintasi langit bumi. Anda perlu memanipulasi (berimprovisasi) dengan gerakan sumbu secara rutin dan berkelanjutan, bayangkan saja anda sedang menggambar pada Etch a Sketch.

Alt-Azimuth mount: Tipe basic tanpa handle dan kabel pengendali

Sebagai tambahan teleskop Dobsonian biasanya mengguanakan mount Alt-Az yang sudah dimodifikasi bertumpu pada lantai atau tanah karena panjang tabung dan besar aperture yang digunakan. Inilah cirikhas dari mount Alt-Az memang terlihat berbeda dan sangat sedikit dijumpai jenis ini menggunakan motor, namun sejak Dobsonian digunakan eksklusif untuk observasi objek langit yang sangat jauh hampir semua tidak menggunakan mount bermotor.

  1. German-Equatorial

Lebih presisi dan lebih rumit daripada tipe Alt-Az. German Equatorial memiliki dua sumbu yang satu mengatur deklinasi dan sumbu lainnya sebagai penyesuai dengan kelengkungan bumi yang tepat. Dalam penggunaannya mount ini harus disejajarkan dengan Bintang Kutub (North Polaris) yang berada di bagian belahan bumi utara dan jika itu sudah tepat dan anda tahu peredaran benda-benda di angkasa maka anda akan dengan mudah menemukannya dan cara trekkingnya sangat sederhana yaitu dengan mengatur kenaikan dengan tepat. Ada petunjuk penggunakan yang mudah untuk dipelajari, sehingga sebaiknya anda meluangkan beberapa hari, atau minggu untuk mempelajarinya sebelum memulai observasi menggunakan mount EQ untuk pertama kali.

German Equatorial mount: Perhatikan bentuk mount, dengan pengendali berat, kebel control dan titik penyeimbang.

Pengalaman saya untuk para pembaca, ini adalah sesuatu hal yang keren dan menarik untuk mempersiapkan segalanya sebelum memulai observasi, menyiapkan mount dan mensejajarkan dengan bintang kutub, setelah sejajar lalu mulai menggerakkan teleskop kemudian melihat kedalam lensa dan melihat Saturnus untuk pertama kalinya. Pengalaman yang selalu terngiang dan masih membuat saya merinding bila mengingatnya.

Berdasarkan aspek komersial mount terbagi kedalam dua kategori, ini adalah variasi yang perlu dijelaskan karena merupakan yang paling banyak di gunakan karena harganya yang terjangkau.

Yang pertama adalah motorized mount (pijakan bermotor), seperti namanya mount jenis ini memiliki motor untuk menggerakkannya. Baik EQ ataupun Alt-Az dapat bermotor, tetapi pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah mengapa anda menginginkannya?. Prinsipnya , menambahkan motor adalah untuk meningkatkan presisi dan mengurangi getaran ketika melakukan trekking. Motor yang digunakan pada mount biasanya adalah stepper servo-motors yang mampu menghasilkan gerakan dengan sangat sedikit sekali getaran. Dengan keuntungan tersebut memunngkinkan anda untuk lebih focus dalam observasi daripada memikirkan tombol penggerak, lebih lanjut jika anda menyentuh teleskop akan menghasilkan getaran, mungkin sangat kecil dan hanya sebentar namun ketika anda melihat ke lensa dengan perbesaran yang tinggi maka getaran kecil tersebut dapat menjadikan pandangan sangat pecah/kabur bahkan gambar bisa lenyap. Terlalu membesar-besarkan? Tidak juga, jika anda dapat menggunakan pengendali tangan daripada menyentuh langsung itu akan lebih baik. Bergantung pada jenis mount dan pabrikan motor bisa saja belum terpasang (terpisah) namun ada juga yang sudah langsung menyatu dengan mount. Seringkali sudah dibekali  modul standar, keterangan model dan versi upgrade motor.

Motorized mount/computer controlled : pengendali tangan sudah terpasang pada mount.

Tipe kedua adalah mount dengan computer controlled (dikendalikan dengan computer). Memiliki mount bermotor adalah syarat awal sebelum dapat dikendalikan dengan computer, ketika awal diterapkan sistem ini kebanyakan  pergerakan mount masih bergantung kepada penggunanya untuk mengetahui objek apa yang akan diamati berbeda dengan keberadaannya saat ini.

  • Platform (Aksesoris tambahan)

Keberadaannya sama pentingnya dengan OTA dan mount, karena ini adalah tempat dimana perlengkapan-perlengkapan tersebut dipasang. Platform akan memberikan teleskop anda kestabilan dan getaran yang mempengaruhi jika ada angin bertiup atau getaran yang ditimbulkan jika ada orang, kendaraan, atau peralatan lainnya yang berada di sekitar teleskop.

Ketika anda sudah memilih satu teleskop maka anda perlu mengetahui bagaimana dan dimana anda akan menggunakan teleskop anda. Anda akan meletakkannya di observatoriumm dengan atap terbuka?atau akankah anda letakkan di garasi dengan sebuah lori? Atau anda merangkainya dan meletakkan di dekat rumah, atau anda akan membawanya untuk berjalan jauh dari keramaian?, setiap pilihan anda akan menentukan jenis sistem pendukung yang akan anda gunakan.

Diluar itu semua anda juga harus memikirkan seberapa tinggi anda butuh meletakkan teleskop anda nantinya, hal ini juga menyangkut bagaimana kombinasi tripod, mount dan OTA untuk menempatkan lensa okuler/pengamatan (eyepiece). Lensa pengamatan pada OTA tipe Newtonian dengan mount EQ akan sangat berbeda posisinya bila menggunakan refraktor dengan jenis mount yang sama. Apabila lensa pengamatan diletakkan terlalu rendah maka anda harus membungkuk atau jongkok untuk mengamati, hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah menuju kepala anda dan mengganggu penglihatan anda. Anda harus memastikan bahwa platform yang anda gunakan memungkinkan untuk mengamati dalam posisi yang sehat sepanjang jangkauan gerakan mount dan teleskop selama observasi/pengamatan baik membujur maupun melintang.

Kiri: Melihat menggunakan reflector memungkinkan anda melihat sambil berdiri dengan nyaman.  

Kanan: Melihat menggunakan refraktor dengan mount dan tripod yang sama mengharuskan anda untuk duduk.

Kebanyakan orang akan memilih untuk mengguanakan tripod sebagaimana anda tahu bahwa setiap tripod memiliki bentuk yang berbeda sangat beragam mulai dari ukuran, berat, bahan material dan kestabilannya. Waspadalah jika anda berkeyakinan dengan tripod mampu menyokong mount dan OTA dengan stabil, anda bisa saja menerapkannya begitu saja. Selayaknya anda pasti menginginkan yang terbaik dari teleskop anda. Jika anda ingin melakukan observasi di halaman belakang rumah anda tripod yang besar dan berat mungkin tidak menjadi masalah namun jika anda ingin sambil hiking di daerah berhutan maka mengangkutnya tentulah tidak mudah atau bahkan tidak mungkin. Dengan menggunakan lori/roda maka berat akan menjadi lebih ringan, sehingga jika ingin memasang lori pilih bahan yang lebih berat lebih baik. Karena fungsi utama adalah untuk mengurangi atau menghilangkan getaran yang disebabkan oleh angina baik besar atau kecil dan hal-hal lain yang bisa menyebabkan getaran.

Tripod mudah untuk disimpan dan dipindahkan, dan tersedia dalam berbagai ukuran dan berat dengan kualitas yang bervariasi.

Aksesoris tambahan yang juga sangat berguna dalam pemasangan tripod adalah bantalan anti getaran. Ini adalah bantalan yang biasanya dipasang di kaki-kaki tripod yang menyentuh tanah. Berfungsi menyerap getaran dan menstabilkan perlengkapan. Aksesoris yang kedua adalah mini pier, ini adalah aksesori yang diletakkan dibagian atas tripod untuk menambahkan tinggi agar dapat melihat dengan lebih nyaman, sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Mini pier bertujuan menambah tinggi tripod tanpa mengurangi kestabilan. Yang tidak terlalu popular namun lebih stabil adalah Pier. Adalah sebuah alas untuk mount yang besar yang biasanya berkait pad beton atau pijakan. Platform yang keras dan berat ini dikhususkan untuk teleskop yang di set up secara permanen di gedung observatorium yang terletak di ruangan lapang dengan  atap dapat dibuka tutup.

Permanen Pier sangat cocok untuk teleskop yang besar dan berat yang tidak support pemakaian tripod.

  • Focuser

Dalam pembahasan tentang OTA sebelumnya telah dijelaskan bagaimana cahaya dikumpulkan dan kemudian diarahkan pada satu titik focus. Titik ini adalah dimana lensa pengamatan berada. Khusus pada refraktor dan reflector posisi lensa ini ada pada sebuah tabung berulir yang disebut focuser. Sederhananya focuser berfungsi untuk menggerakkan lensa mata maju atau  mundur untuk mendapatkan gambar yang fokus. Ada dua tipe dari  focuser  yaitu rack and pinion dan Crayford style.

Kebanyakan fokuser di pasaran berukuran diameter 1,25”, sehingga lensa mata yang digunakan juga berukuran sama. Pada bahasan ini diameter yang dimaksud adalah diameter laras/lubang nya bukan panjang fokus (focal lenght eyepiece). Focuser merupakan bagian penting lensa mata, paling popular, paling banyak menawarkan variasi. Focuser dengan diameter yang lebih besar dapat mengubah diameter lensa menjadi 2” sampai 3” lebih besar. Mengapa kita butuh  lensa menjadi 2” sampai 3” lebih besar?  Lingkup badang pada eyepiece 2” pada focal length yang sama dengan penggunaan eyepiece standar ukuran 1,25 akan memiliki lingkup sudut pandang yang lebih lebar sehingga anda tak perlu berlebihan mengatur focuser sehingga menyebabkan muncul getaran-getaran. Adapter yang tersedia adalah untu 2” dan 3” fokuser menggunakan eyepieces berdiameter kecil untuk mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar. Dalam astrophotography penggunaan focuser yang lebih besar memungkinkan cahaya yang masuk diserap lebih banyak sehingga kepekaan/resolusi gambar semakin tinggi.

  1. Focuser tipe rack and pinion, tipe ini memiliki rel beralur biasanya pada bagian bawah yang bersentuhan dengan roda. Sumbu roda biasanya memiliki tombol-tombol di ujungnya yang bisa membuat tabung bergerak sehingga ketemu titik fokusnya. Tipe ini adalah yang paling popular mudah dalam penggunaan dan produksinya. Bagian bawah yang beralur tadi merupakan kekuatan focuser yang bergantung pada ukuran dari alur-alur tersebut. Alur yang lebih kecil memungkinkan focus yang lebih presisi. Selain itu jika anda melepas tombol setelah bertemu titik focus akan mengembalikan posisi roda dan rail yang sudah settle sebelumnya dapat menyebabkan gambar yag sudah focus menjadi hilang (backlash).

Fokuser tipe rack and pinion

  1. Fokuser tipe Crayford style

Tipe yang lebih presisi dapat memperbaiki backlash dan menghilangkanny dengan sistem tegangan. Yaitu terdapat sebuah pegas yang menyatu pada batang baja yang beralur halus (sangat kecil). Ketika tobol focus di aktifkan ketegangan pada baja mendorong tabung bergerak kedepan atau kebelakang dengan begitu focus yang dihasilkan bisa begitu tepat, dan memungkinkan focus yang presisi tanpa terjadi backlash.  Tipe Crayford cenderung lebih mahal dan biasanya hanya digunakan pada OTA berkualitas tinggi, tetapi ada banyak focuser bekas yang dijual lebih murah yang dapat anda tukar tambah dengan fokuser tipe rack and pinion. Kelemahan utama tipe Crayford ini adalah jika anda menggunakan aksesoris yang lebih berat seperti untuk astropothography dengan perlengkapan set yang besar, mungkin tidak akan cocok. Tipe rack and pinion umumnya memiliki bobot yang lebih berat, jika anda memilih untuk menggunakannya maka bersiaplah untuk gangguan kestabilan.

 

Fokuser tipe Crayford

Sistem optik (OTA) pada teleskop katadioptrik memiliki sistem  focuser yang tidak termasuk kedalam keduanya (Crayford maupun rack and pinion). Terletak dibelakang OTA disebelah pegangan lensa okuler (pengamat). Focuser internal ini akan menggerakkan cermin primer maju mundur sehingga mendapatkan titik fokusnya. Bentuk uliran seperti mirip pada tipe Crayford tetapi cenderung lebih berat sehingga anda haru bersabar dan menggerakkan secara perlahan ketika menggunakan focuser jenis ini. Untuk mengganti eyepiece dari ukuran 1.25” ke 2” atau 3” maka anda tinggal mengikuti langkah-langkah yang disebutkan diatas atau yang lebih mudah yaitu dengan mengganti dengan holdernya sekaligus.

 

  • Eyepiece (lensa okuler/lensa pengamatan)

Sebuah teleskop tidak memiliki perbesaran intrinsic, sehingga untuk mendapatkan perbesaran anda harus menggunakan eyepieces. Seperti halnya OTA eyepiece ini juga memiliki focal length. Jika anda ingin mengetahui perbesaran yang anda butuhkan untuk sebuah observasi, berikut perhitungan yang dapat anda gunakan yaitu focal length OTA dibagi dengan focal length  eyepiece (lensa okuler). Sebagai contoh jika anda memiliki teleskop dengan focal length OTA 1000mm dan eyepiece 25mm maka anda melihat pada perbesaran 40 kali, jika anda mengganti eyepiece dengan ukuran 10mm maka anda melihat pada perbesaran 100 kali. Sekarang anda tahu bahwa tidak bisa hanya dengan memilih menggunakan eyepiece dengan focal length paling kecil maka anda bisa mendapatkan penglihatan yang terbaik. Perbesaran yang didapat tidak berguna. Perbesaran yang besar akan gambar planet yang besar dan anda mungkin tidak akan mampu melihat detailnya dan gambar mungkin saja goyang. Saran untuk perbesaran yang baik adalah gunakan aperture pada 20-30 per inch. Sehingga anda tidak memerlukan 160-240x dengan OTA 8” atau 100-120x dengan OTA 4”. Konfigurasi ini memungkinkan anda melihat dengan gambar jelas tanpa harus repot dengan kemampuan teleskop yang anda miliki.

Eyepiece dengan tipe variasi focal length 1,25” dan 2” dan diameter

Seperti halnya peralatan optic lainnya yang ada di dalam OTA, bagian optic pada lensa ini juga sangat penting. Kualitas yang ada bervariasi mulai dari yang menggunakan ED glass, coating anti refleksi, dan jenis lensa yang lebar atau ultra lebar. Disarankan lebih anda memiliki sebuah eyepiece dengan perbesaran medium daripada memiliki banyak tetapi memiliki perbesaran yang rendah.

 

  • Filter

Filter digunakan untuk menyaring panjang gelombang tertentu untuk meningkatkan kualitas gambar. Kolega saya, Cory Rice pernah menulis sebuah artikel yang membahas khusus terkait filter pada peralatan astronomy, jadi saya tidak akan membahas terlalu banyak hanya menekankan pada beberapa point. Sebagaimana telah dibahas sebelumnya terkait kualitas filter haruslah mencari kaca yang telah ditambahkan gradasi dan diproduksi dengan baik dan sebagai penyelaras di pasang sesudah lensa/cermin utama. Filter dapat digunakan secara tunggal atau bertumpuk untukmendapatkan efek yang lebih banyak dan sesuai dengan apa yang anda ingin lihat.

   
Without OIII filters With OIII Filters

 

Pertama, jika anda ingin mengobservasi bulan, maka anda harus memiliki filter untuk bulan. Bulan adalah sebuah reflector besar dari matahari. Sehingga pada beberapa fase bulan terlihat sangat terang terutama selama bulan purnama. Jika anda tidak memakai filter maka dapat mengakibatkan kerusakan pada mata anda.

Kedua, Beberapa jenis filter bisa saja digunakan untuk objek yang sama, sebagai contoh anda bisa menggunakan penyaring kuning  #15 deep untuk menonjolkan permukaan Mars, dan filter merah #25 A untuk menonjolkan es di bagian kutub and maria. Jika anda mempunyai filter 1 set maka akan sangat baik jika anda memiliki roda filter yang akan ditempatkan pada bagian focuser, sehingga ketika anda sedang berobservasi dan menginginkan filter yang berbeda anda tinggal memutar roda tanpa harus melepas lensa terlebih dahulu.

Ketiga, Filter khusus untuk melihat objek yang tidak dapat terlihat dengan teleskop saja. Filter Nebula akan membantu mempertegas panjang gelombang tertentu dan menyaring beberapa panjang gelombang lainnya sehingga akan memungkinkan bagian gelombang spesifik tertentu dari nebula dapat terlihat dimana tidak akan bisa diketahui tanpa menggunakan filter. Sama halnya dengan polusi cahaya yang perlu disaring sehingga langit bisa tampak lebih cerah dan lebih detail.

 

  • Aksesoris Optik

Beberapa aksesori optic dapat digunakan untuk meningkatkan performa eyepieces atau memperbaiki sistem optik yang kurang sempurna. Semua aksesoris ini akan meningkatkann kualitas gambar dan membuat perubahan yang besar pada saat observasi dan pengambilan gambar. Meningkatkan kualitas.

  1. Barlow lens 2x atau 3x sangat popular karena memungkinkan anda untuk melakukan perbesaran dua atau tiga kali perbesaran setiap eyepiece anda tanpa mempengaruhi kemampuan fokus dan memperbaiki gambar yang kurang baik karena anda mungkin menggunakan eyepieces dengan focal length yang pendek hingga mendapatkan. Seperti disebutkan sebelumnya jika anda mampu memiliki satu eyepiece dengan kualitas tinggi, akan lebih murah jika anda memiliki Barlow lens, karena akan memberikan anda dua perbesaran pada satu lensa.

Barlow lens : Tampak akan dipasang dengan posisi telah terhubung pada eyepiece

  1. Flatterness membantu mengeliminasi distorsi yang muncul pada bidang pandang sehingga gambar yang tampak sama dari tepi hingga ke tengah. Fungsi ini memberikan pengalaman visual yang lebih berkesan daripada hasil gambar yang baik.
  2. Coma correctors, memberikan anda hasil yang lebih dalam memperbaiki abrasi kromatik dan memungkinkan anda dapat melihat bintang yang berdekatan atau objek terang dengan lebih jelas.
  3. Astigmatism corrector, berfungsi meningkatkan kualitas gambar dengan memperbaiki lensa silindris yang dapat mencegah kemampuan untuk mendapatkan fokus yang sempurna.
  4. Diagonals, digunakan untuk membuat tampilan lebih nyaman atau untuk memperbaiki orientasi gambar. Ketika kita melihat objek angkasa dengan jenis teleskop apapun, maka pandangan anda akan melihat terbalik ke belakang. Jadi jika akan melihat bulan yang berada disebelah kiri anda maka anda harus memindahkan posisi OTA kesisi kanan. Bila anda melihat Saturnus dalam posisi yang terbalik dan kebelakang maka hal tersebut tidak dapat dikatakan disorientasi karena anda tidk punya acuan dimana sisi yang benar. Tetapi jika anda menggunakan teleskop untuk melihat perahu di atas air maka anda akan mengalami beberapa disorientasi yaitu laut jadi berada di atas dan perahu menjadi dibawah dan berbalik arah. Pada kondisi seperti inilah aksesoris diagonal digunakan.

Kemungkinan yang akan terjadi adalah jika anda menggunakan Newtonian atau Dobsonian anda tidak akan membutuhkannya karena keduanya memiliki eyepiece yang sangat nyaman yang tidak cocok untuk pengamatan terrestrial. Yang mungkin terjadi adalah anda akan menggunakan diagonal pada teleskop refractor atau katadioptrik. Dimana eyepiece di set untuk diletakkan di belakang OTA jadi ketika menunjuk atau mendekati puncak maka akan menunjuk tanah. Dengan menggunakan diagonal maka baik 45 atau 90 derajat akan membuat eyepiece menjadi nyaman dilihat. Ada tiga jenis diagonal yaitu : star, erector dan flip. Perlu anda ingat bahwa menggunakan diagonal memungkinkan terjadinya kehilangan cahaya. Kualitas diagonal yang digunakan tergantung pada kualitas bahan yang digunakan apakah menggunakan lapisan reflektif dielektrik atau tidak.

Panduan Membeli Teleskop Bintang

Dilihat menggunakan mata telanjang perahu tampak bergerak dari kiri ke kanan

     
Melihat menggunakan teleskop tanpa diagonal Mennggunakan diagonal tipe star Menggunakan erector diagonal

 

Penggunaan diagonal tipe star akan memperbaiki gambar secara vertikal tidak horisontalnya sehingga gambar akan  benar sisi atas bawah tetapi tidak dengan depan dan belakang. Pada dasarnya tidak perduli apakah teleskop anda untuk pengamatan astronomi atau untuk pengamatan terrestrial gambar akan sudah tepat sisi atas dan bawah, anda hanya membutuhkan menggeser teleskop anda untuk berpindah ke sisi kiri. Ini bukanlah masalah yang besar tetapi anda juga harus terbiasa dengan hal-hal seperti ini.

Jika anda berencana menggunakan teleskop untuk pengamatan astronomi dan terrestrial anda seharusnya memiliki sebuah prisma erector. Berbeda dengan star diagonal yang hanya sebuah cermin sederhana, erector merupakan sebuah prisma untuk memperbaiki disorientasi gambar baik arah vertikal maupun horisontal sehingga menghasilkan tampilan pengamatan yang lebih nyaman.  Jika anda berencana membeli prisma erector maka belilah yang berkualitas tinggi agar tidak terjadi degradasi warna pada gambar.

Flip diagonal memiliki dua eyepiece holder, satu holder dengan focuser dan satunya lagi berada pada posisi tegak lurus (90 derajat). Sebuah tuas digunakan untuk mengontrol cermin untuk mengirim cahay lurus atau dibelokkan ke arah 90 derajat. Alat ini digunakan untuk beberapa tujuan : yang pertama adalah memungkinkan penggunaan dua eyepiece/ filter harus mengubah konfigurasi eyepiece keseluruhan. Itu juga berarti bahwa anda bisa menggunakan satu eyepiece untuk menghasilkan gambar maksimal dan satu lagi untuk pengamatan. Kedua membuat anda lebih cepat mengoreksi dan memilih diantara dua lensa.

Cermin diarahkan ke atas untuk melihat dengan eyepiece tegak lurus (90 derajat) tabung fokus.

Cermin diarahkan ke bawah atau rata untuk melihat dengan eyepiece lurus/ sejajar tabung fokus

  1. Finderscope

Tidak peduli apakah anda menggunakan mount manual, dengan motor atau  dikendalikan komputer selama proses set up dan penyelarasan teleskop sebelum memulai observasi anda harus menemukan satu bintang. Bahkan dengan lensa berday rendah memindai langit untuk dapat melihat satu bintang dari ribuan bahkan yang terang sekalipun adalah suatu hal yang hampir mustahil. Untuk itulah anda membutuhkan finderscope. Alat ini memiliki banyak variasi mulai dari yang kecil 6×25 mini teleskop tanpa pembesaran. Terlepas dari jenisnya finderscope perlu diselaraskan dengan OTA sehingga keduanya menunjukkan titik yang sama. Ini hal yang mudah yaitu dengan mengaplikannya pada objek yang besar seperti bulan atau lampu jalan yang jauh tidak akan membutuhkan waktu yang lama.

Penempatan finderscope pada teleskop

Standar ukuran finderscope berukuran kecil, teleskop bertenaga rendah. OTA dapat berukuran lebih besar mencapai ukuran 10 x 50 karena anda mungkin membutuhkan untuk pengamatan benda langit yang sangat jauh dan mengamatinya dengan lebih mendetail.

  1. Dot pointer

Sangat popular dan mudah untuk digunakan, umumnya tanpa perbesaran dan hanya sebuah jendela kecil mungkin hanya beberapa inchi. Dengan titik merah diproyeksikan pada bagian tengah. Dengan kedua mata terbuka melalui pointer dan menyelaraskan titik tepat kepada subjek. Alat ini sangat cocok untuk teleskop dengan pengendali komouter atau dengan mount tipe EQ yang kamu butuhkan untuk menemukan satu, dua, atau tiga bintang yang selanjutnya akan di kelola secara otomatis oleh komputer.

Penampakan dot pointer tanpa ada perbesaran

  1. Illuminated finderscope, adalah variasi dari finderscope yang biasanya memiliki bagian yang terang yang akan menunjukkan bagian pusat. Memungkinkan anda melakukan penyelarasan yang lebih presisi daripada non illuminated finderscope.

 

  • Astrophotography

Banyak sudah bahasan terkait photografi luar angkasa dan pencitraan luar angkasa adalah bagian dari astronomi yang telah berkembang menjadi berbagai bagian. Anda harus mengeluarkan hingga $10.000 untuk mendapatkan perlengkapan astro-imaging melebihi apa yang mereka keluarkan untuk membeli OTA, mount dan platform. Atau anda dapat membeli adapter seharga  $ 50 yang bisa ditempatkan pada eyepiece anda. Bagi beberapa pengguna pemulan ada beberapa manual yang dapat dimiliki dengan harga yang terjangkau.

Untuk dapat menggunakan DSLR anda biasanya harus melengkapi dengan filter IR pra install di depan memori sensor. Filter ini tidak akan berpengaruh pada pengambilan objek biasa di bumi, tetapiakan memberikan pengaruhnya ketika digunakan dalam pemotretan luar angkasa. Ada beberapa cara untuk memasang kamera pada teleskop, metode yang paling popular adalah T-ring adapter yang akan diletakkan ke focuser, dan T-ring bayonet untuk spesifikasi kamera tertentu sehingga dapat dipasangkan ke bagian mount. Adapter dan ring sama-sama menggunakan sistem sekrup.  Anda juga akan membutuhkan sebuah pemicu jarak jauh dan harus mematikan mode autofocus dan fungsi otomatis lainnya sehingga memungkinkan anda mengontrol kamera secara manual. Dengan menggunakan cara ini mempermudah dalam mengatur perbesaran dan dapat dengan mudah menghapus hasil gambar yang kurang baik. Hal ini akan berbeda jika pada era pra digital dimana anda akan membutuhkan ribuan dolar untuk membeli roll film dan bersusah payah mensetting ulang kamera tanpa satu pun hasil gambar.

Panduan Membeli Teleskop Bintang

Peralatan pelengkap DSLR untuk kegiatan astrophotography

  • Eyepiece imager, alat ini begitu popular dan berkembang pesat. Ini hanya sebuah sensor gambar sederhana dan shutter elektronik yang disambungkan dengan komputer dan dikendalikan dengan software khusus. Dirancang untuk bisa terhubung dengan focuser dan mampu mengambil ribuan gambar dengan resolusi tinggi dalam satu detik. Menggunakan perangkat lunak untuk mengambil gambar, anda kemudian dapat menumpuk, memfilter, dan bermain-main dengan gambar dengan ribuan cara untuk dapat membuat satu foto kompilasi yang sempurna.  Ada yang versi monokromatik dan berwarna dan ada modelmodel tertentu yang berfungsi sebagai filter pada eyepiece ketika proses pengambilan gambar.
  • Adapter, tersedia untuk smartphone dan point and shoot camera, tetapi perlengkapan ini tidak akan dapat menghasilkan gambar yang berkualitas, kemungkinan cocok untuk pengambilan objek-objek yang menarik untuk di posting dalam social media seperti bulan dan rasi bintang.

Adapter untuk smartphone astrophotography

 

Bagian utama dari astropotography adalah layar yang digunakan untuk DSLR dan lensa untuk pemotretan malam hari. Untuk dapat melakukannya anda membutuhkan waktu eksposur yang sangat panjang yang berarti anda membutuhkan mount yang nyaman, seperti tipe EQ atau mount bermotor. Mount perlu dijaga untuk tetap mengikuti posisi bintang tepat ditengah selama masa ekposure, jika tidak maka anda tidak akan mendapatkan hasil pemotretan malam yang kurang baik.

Diatas adalah adapter dan aksesoris tambahan yang dapat anda gunakan menggunakan Mount standar EQ atau Alt-Az mount yang bermotor tetapi untuk melaukan observasi lebih baik jika anda mengganti kamera anda dengan OTA atau membawa dua set perlengkapan. Beberapa model mount yang baru menggunakan sistem skrup ¼”-20 pada bagian atas cincin mount yang terhubung dengan OTA. Memungkinkan anda untuk memasang DSLR ke mount  yang berada di bagian belakang teleskop, sehingga anda dapat memoto sekaligus melakukan observasi.

 

 

 

  • Optional Aksesoris

Segala sesuatu telah dibahas sebelumnya terkait hal-hal yang berkaitan langsung dengan kegiatan pengamatan luar angkasa. Berikut disajikan beberapa aksesoris yang mungkin dapat mempermudah atau membuat pengamatan lebih nyaman. Tidak keseluruhan aksesoris, namun hanya beberapa saja yang populer.

  1. Power supply and batteray station

Mount bermotor dan mount dengan pengendali computer kesemuanya membutuhkan tenaga. Biasanya menggunakan baterai ukuran AA, 6, 8, 10, 12 tergantung pada ukuran mount. Apabila anda melakukan observasi didekat sumber listrik kendaraan atau rumah anda dapat menggunakan tegangan AC 110V atau 220V atau DC 12V adapter untuk mengisi ulang tenaga mount anda. Apabila anda menggunakan aki kendaraan berhati-hati jangan sampai aki justru tekor dan anda tidak bisa pulang ke rumah. Sebagai alternatif ada battery station. Berat tapi memungkinkan untuk dibawa kemana-mana. Ini adalah sebuah bank baterai yang dapat diisi ulang yang dapat memberikan tenaga untuk 10 jam pemakaian mount dengan kondisi normal, lebih dari cukup untuk observasi malam di akhir pekan. Beberapa variasi tersedia DC 12V, USB, DC 5V untuk dihubungkan dengan mount teleskop anda ataupun aksesoris lain seperti smartphone atau kamera. Beberapa bahkan memiliki kabel khusus penambah daya (untuk versi tertentu).

Power station, menjaga agar teleskop tetap berjalan, terdapat penerangan dan dapat digunakan untuk isi ulang daya aksesoris lainnya sperti smartphone misalnya dsb.

 

  1. Flashlight, adalah alat yang sering diabaikan, anda harus memilikinya. Anda membutuhkan dengan yang memiliki lampu merah untuk memudahkan dalam penglihatan di malam hari. Dengan menggunakan senter akan membantu penglihatan anda sehingga tidak menyandung tripod atau kesulitan memilih eyepiece atau aksesoris lainnya. Banyak orang menggunakan lampu putih dengan filter merah untuk fleksibilitas dan kenyamanan. Termasuk kategori ini adalah headlamp sehingga tidak memerlukan tangan untuk pengoperasian terus menerus.
  2. Star chart

Peta bintang telah ada sejak astronomy mulai dikenal. Harganya terjangkau namun sangat bernilai karena dapat memberi panduan membeli teleskop bintang kepada anda dan menunjukkan keberadaan dan posisi objek pengamatan berdasar hari dan waktu anda melakukan observasi. Terkadang cara lama masih tetap yang terbaik.

  1. Buku-buku astronomy, baik tercetak ataupun digital tetaplah cara terbaik untuk belajar astronomi sebelum praktek melakukan observasi langsung. Akan memberikan penjelasan tentang apa yang anda lihat, atau bagaimana cara anda bisa melihat suatu objek, bgaimana cara menemukannya, dan berbagai informasi lain yang anda mungkin belum ketahui.
  2. Sofware, berguna sama seperti halnya buku dan peta bintang. Beberapa software dasar memberikan data digital hasil observasi berupa koordinat, software lainnya mengendalikan mount dan aplikasi, namun membutuhkan koneksi internet yang mendukung. Beberapa software lain digunakan dalam pemrosesan gambar dan menjadikannya lebih baik dan berkesan.

  1. Cleaners, pembersih digunakan untuk membersihkan debu, kotoran, serbuk sari bunga yang tersangkut, atau embun optic dari peralatan anda. Pembersih teleskop dirancang untuk tidak meninggalkan sisa atau bekas goresan sehingga peralatan anda tetap bersih.

Kelengkapan Pembersih Teleskop

  1. Barang-barang terkait lainnya

Dapat berupa gedung observatorium, tenda untuk teleskop, kursi dengan meja lipat atau saku payung/penutup untuk menghalangi cahaya liar, pelindung mata dari sinar cahaya berlebih, dan jangan lupa meja untuk meletakkan semua perlengkapan anda.

 

  • Penutup

Astronomy adalah hobi yang serius namun menjadi semakin populer semenjak tehnologi menjadikannya cepat berkembang dan mudah untuk dilakukan. Anda harus menekuni hobbi ini terlebih dahulu karena untuk dapat memiliki perlengkapannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan set up dengan spesifikasi yang bagus membutuhkan biaya lebih banyak lagi, bisa jadi diluar jangkauan anda. Untuk mengetahui tingkat ketertarikan anda terhadap hobi ini ada baiknya memulai dari mengamati di internet bergabung kedalam forum dan berdiskusi dengan sesame anggotanya.

Langkah selanjutnya adalah bergabung dengan komunitas astronomi. Anda akan terkejut bahwa ternyata sudah banyak sekali ada disekitar anda. Ikuti acara yeng bersifat komunitas sehingga mengurangi pengeluaran yang berlebihan. Perkenalkan diri andan dan jelaskan bahwa anda ingin memiliki sebuah teleskop sendiri, mendengarkan saran dan masukan dari komunitas, dan membekali diri dengan mempelajari peralatan yang sudah dimiliki anggota komunitas. Melihat dan mengamati jenis teleskop seperti apa yang banyak digunakan sehingga akan mengerucutkan jenis teleskop pililhan anda nantinya.

Terakhir belilah di toko/dealer yang diakui, pillihlah merk yang terbaik, dan bila perlu ajak orang yang lebih paham, perhatikan semua aksesoris, pastikan tidak ada yang rusak dan teleskop anda benar-benar masih baru.

Alam Semesta adalah tempat yang luar biasa dan menakjubkan, dan anda adalah bagian di alamnya, maka pergi dan lihatlah.

Daftar Harga Teleskop

Teleskop Celestron Powerseeker 50AZ 50mm/600mm Refract → Rp 1,450,000
Teleskop Celestron Powerseeker 60AZ 60mm/700mm Refract → Rp 2,178,700
Teleskop Celestron Powerseeker 60EQ 60mm/900mm Refr → Rp 2,719,900
Teleskop Celestron Powerseeker 70AZ 70mm/700mm Refr → Rp 3,083,500
Teleskop Celestron Powerseeker 70EQ 70mm/700mm Refr → Rp 3,833,700
Teleskop Celestron Powerseeker 80EQ 80mm/900mm Refr → Rp 3,869,000
Teleskop Celestron Powerseeker 80AZ 80mm Refractor → Rp 3,855,200
Teleskop Celestron Powerseeker 114EQ 114mm/900mm Re → Rp 3,915,000
Teleskop Celestron Powerseeker 127EQ 127mm/1000mm R → Rp 4,758,300
Teleskop Celestron C50 Mini Mak Spotting Scope → Rp 2,486,200
Teleskop Celestron C70 Mini Mak Spotting Scope → Rp 2,650,000
Teleskop Celestron C90 Mini Mak Spotting Scope → Rp 3,950,000
Teleskop Celestron AstroMaster 114EQ 114/1000mm → Rp 5,719,900
Teleskop Celestron AstroMaster 130EQ 130mm/650mm → Rp 6,874,200
Teleskop Celestron AstroMaster 130EQ Md 130mm/650mm → Rp 7,794,300
Teleskop Celestron AstroMaster 70AZ 70mm/900mm → Rp 3,979,800
Teleskop Celestron AstroMaster 70EQ 70mm/900mm → Rp 4,633,500
Teleskop Celestron AstroMaster 76EQ 76/700mm → Rp 4,287,300
Teleskop Celestron AstroMaster 90AZ 90mm/1000mm → Rp 6,387,900
Teleskop Celestron AstroMaster 90EQ 90mm/1000mm → Rp 6,855,900
Teleskop Celestron First Scope 76mm 300mm F/4 → Rp 1,438,800
Teleskop Celestron LCM 114/1000mm → Rp 7,936,400
Teleskop Celestron Nexstar 102SLT 102/660mm → Rp 15,750,000
Teleskop Celestron Nexstar 130SLT 130/650mm → Rp 16,690,000
Teleskop Celestron Nexstar 90 GT → Rp 9,750,000
Teleskop Celestron Nexstar 90SLT 90/1250mm → Rp 13,199,000
Teleskop Celestron Nexstar 4SE 4″ Telescope → Rp 16,500,000
Teleskop Celestron Nexstar 5SE 5″ Telescope → Rp 21,923,600
Teleskop Celestron Omni 102 Refractor 4.000 475.95 913.82 → Rp 14,319,500
Teleskop Celestron Omni 120 Refractor 4.000 519.95 499.15 → Rp 15,687,300
Teleskop Celestron Travel Scope 50mm Portable Telesc → Rp 1,850,000
Teleskop Celestron Travel Scope 70mm Portable Telesc → Rp 2,450,000
Teleskop Meade Infinity 50mm Altazimuth Refractor → Rp 1,550,000
Teleskop Meade Infinity 60mm Altazimuth Refractor → Rp 1,998,900
Teleskop Meade Lightbridge Mini 82 W/2Ma Eyepieces → Rp 1,715,800
Teleskop Meade Polaris 114mm GermanEQutorl Reflecto → Rp 5,115,900
Teleskop Meade Polaris 127mm GermanEQutorl Reflecto → Rp 5,350,000
Teleskop Meade Polaris 130mm GermanEQutorl Reflecto → Rp 5,950,000

Aksesoris

Aksesori Teleskop Celestron 1-1/4″ Zoom Eyepiece 8-24Mm → Rp 1,333,600
Aksesori Teleskop Celestron 1-1/4″ Collimation Eyepiece → Rp 850,000
Aksesori Teleskop Celestron Cross-Aim Reticle Eyepiece → Rp 1,222,500
Aksesori Teleskop Celestron T-Adapter Universal 1-1/4″ → Rp 650,000
Aksesori Teleskop Celestron Vsp (Vibration Suppression Pads) → Rp 880,400
Aksesori Teleskop Celestron First Scope Accessory Kit → Rp 550,000
Aksesori Teleskop Celestron 1.25″ Observers Accessory Kit → Rp 2,024,000
Aksesori Teleskop Celestron Motor Drive F/Astromasters → Rp 925,000
Aksesori Teleskop Celestron Power Tank 12V/17Ah Power Supply → Rp 3,443,700
Aksesori Teleskop Celestron Flashlight Night Vision → Rp 303,000

Celestron T-Ring Nikon → Rp 300.000
Celestron T-Ring Canon → Rp 300.000
Celestron T-Adapter Barlow LensUniversal → Rp 925.000
Celestron Universal Camera Adapter → Rp 1.018.482
Celestron Diagonal Star 1.25″ → Rp 816.900
Celestron PowerSeeker Accessories Kit→Rp.931.381
Celestron AstroMaster Accessories Kit→Rp.1.312.532
Celestron Omni 2x Barlow Lens 1.25″ → Rp 847.700
Celestron Eyepiece and Filter Kit 1.25 in → Rp 3.828.336
Celestron NexImage 5 Solar System Imager (5MP) → Rp 4.289.560

Tipe Teleskop

 A quick guide to types of telescopes

Dengan sedikit panduan, anda dapat memilih teleskop dengan kualitas tinggi yang dapat dipakai sepanjang hidup anda.
S&T: Craig Michael Utter

 

Ini adalah panduan untuk membantu anda mengerti tentang beberapa tipe teleskop yang ada pada saat ini.

Berbekal beberapa pengetahuan dasar yang akan kami gagas pada artikel ini, Anda akan memiliki ide yang baik tentang apa yang harus dicari (dan apa yang harus dihindari) ketika mencoba untuk membeli teleskop baru di lapak jual teleskop.Jika anda masih bingung mencari anda dapat melihat beberapa referensi pencarian teleskop, cobalah untuk melihat pada link berikut ; Mencari teleskop berdasarkan harga, Mencari teleskop berdasarkan tipe, dan mencari teleskop berdasarkan merek

Banyak orang yang berpendapat bahwa teleskop yang baik untuk pemula harganya diatas 5jt atau lebih, akan tetapi teleskop dengan range harga 2jt s.d 5jt mempunyai kemampuan yang tidak bisa diremehkan juga, bahkan teleskop dengan budget dibawah 2jt sekalipun  bisa diandalkan untuk anda yang ingin memulai kesenangan tentang astronomi. Untuk beberapa rekomendasi tertentu, silahkan anda menyimak ulasan kami secara kontinyu, kami akan memberikan informasi terbaik untuk anda.  Review produk akan kami ulas pada kesempatan mendatang.

Teleskop yang anda inginkan harus mempynyai tiga aspek yang esensial: Optik kualitas tinggi, kontruksi penyangga yang kokoh, dan mount yang bergerak dengan pergerakan halus. Disamping itu tentu saja teleskop yang besar akan memudahkan anda dalam penggunaan teleskop dibanding dengan teleskop yang kecil, seperti yang akan kami jelaskan dibawah ini

Aperture: Fitur teleskop yang paling penting menjadi perhatian anda

Hal yang paling penting yang mempengaruhi karakteristik dari teleskop adalah Aperture. Diameter lensa atau cermin berfungsi untuk mengumpulkan cahaya, sering kita sebut dengan objektif. Lihat spesifikasi teleskop anda yang berada dekat dengan focuser, pada bagian depan tabung, atau yang tertera pada box. Satuan diameter aperture biasanya ditulis mm, atau pada sebagian tipe teleskop ada yang ditulis dengan satuan inci ( 1 inci = 2.54mm). Sesuai dengan aturan umum yang praktis, teleskop anda sebaiknya memiliki setidaknya diamater aperture 2.8 inchi atau 70mm, dan bahkan disarankan lebih.

Teleskop dengan aperture yang besar dapat melihat objek dengan kuantitas cahaya yang redup lebih detail dibanding dengan aperture yang lebih kecil. Akan tetapi teleskop kecil dengan kualitas yang baik dapat memberikan hasil yang cukup, khususnya bagi anda yang tinggal jauh dari perkotaan yang gemerlap cahayanya tinggi. Sebagai gambaran, anda dapat melihat puluhan galaksi diluar bima sakti kita dengan aperture 80mm (3.1 inci) pada lokasi yang gelap. Akan tetapi anda mungkin membutuhkan teleskop 6 sampai dengan 8 inci  seperti yang ditunjukkan di gambar berikut untuk melihat galaksi yang sama dari halaman belakang di kota-kota .

A Dobsonian telescope

 

Dan bagaimanapun kondisi langit anda, seberapa terang atau seberapa gelap kondisinya, pandangan melalui teleskop dengan aperture yang cukup akan lebih menghasilkan pandangan yang spektakuler dibandingkan dengan objek yang sama dengan teleskop yang lebih kecil. Sebaiknya abaikan teleskop yang menonjolkan iklan pada pembesarannya/ magnification, khususnya yang pembesarannya sangat tinggi seperti 600X pembesaran. Pada kebanyakan teleskop yang diproduksi, maksimum pembesaran yang wajar adalah 50X diameter aperture dalam inci atau dua kali diamater aperture dalam millimeters. Jadi sekarang anda mengerti kan, untuk mendapatkan pembesaran 600x anda tentunya membutuhkan teleskop dengan ukuran 12 inci, dan bahkan anda memerlukan waktu tunggu hingga larut malam demi menghasilkan hasil observasi yang lebih sempurna.

Types of Telescopes

Anda akan menumukan tiga jenis tipe teleskop:

Types of telescopes

Tiga tipe teleskop di desain menggunakan kombinasi optik yang berbeda dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sama: membuat objek yang jauh kelihatan besar dan terang dari apa yang anda lihat dengan mata telanjang
S&T: Gregg Dinderman

Refractors mempunyai lensa pada depan tabung- ini adalah tipe yang sangat familar. Hanya sedikit membutuhkan perawatan, dan tipe ini dari segi harga akan langsung melonjak begitu aparture nya bertambah besar. 

Reflectors menggunakan cermin pada bagian belakang tabung. Untuk aperture yang tertentu, ini umumnya teleskop yang lebih murah, tapi anda akan sedikit direpotkan karena teleskop ini membutuhkan  penyetingan kesejajaran optik secara periodik terutama jika anda menemukan jenis teleskop compound ( atau katadioptrik), yang mengkombinasikan cermin dan lensa. Dua desain yang sangat populer adalah Schmidt-Cassegrains dan Maksutov-Cassegrains

Onjektif focal length (F atau FL) adalah kunci untuk menentukan pembesaran atau yang biasa kita sebut sebagai magnification (Power). Membuat kalkulasinya sangat sederhana dengan membagi focal length dengan eyepiece, anda akan menemukannya pada  barel eyepieces. Sebagai contoh, teleskop mempunya focal length 500mm  dan 25mm eyepieces; maka pembesarannya adalah 500/25, atau 20x, simpel bukan?. Kebanyakan teleskop dilengkapi dengan dua eyepieces; anda dapat mengubah pembesaran dengan mengganti eyepieces yang mempunya perbedaan focal lenght.

Mount teleskop : Merupakan salah satu bagian dari teleskop yang sangat berharga

Teleskop anda membutuhkan sesuatu yang kokoh untuk mendukungnya. Banyak teleskop yang sudah dilengkapi dengan tripod dan mount. Meskipun untuk teleskop kecil pada umumnya hanya dilengkapi dengan tripod standar seperti tripod yang diperuntukan untuk fotografi yang hanya mempunyai satu sekrup. (perhatian: tripod yang biasa anda pakai untuk mengambil gambar keluarga belum tentu cukup bagus untuk keperluan astronomi.) Mount dirancang khusus untuk teleskop biasanya sudah tidak mengunakan sekrup tunggal, biasanya dilengkapi dengan flat atau piringan yang kokoh.

 

Telescope mounts

Pada keragamanbeberapa tipe teleskop, teleskop mempunya dua tipe dasar. Tipe alt-azimuth (gambar kiri) hanya bergerak atas-bawah dan kanan-kiri, tripod pada umumnya gampang disetting dan digunakan. Yang kedua equotarial mount (gambar kanan) dapat melacak objek angkasa dengan gerakan putar satu sumbu dan dapat dengan mudah dipasang motor penggerak (motor drive)
S&T: Craig Michael Utter

 

 

 

Pada beberapa mount teleskop dapat digerakan kanan dan kiri, atas dan bawah, persis seperti tripod kamera; maka ini dinamakan sebagai altitude-azimuth (atau alt-az) mount. Banyak teleskop cermin dengan desain yang sederhana dibuat dengan kayu, dikenal dengan dobsonian, ini merupakan variasi dari mounting alt-az. Untuk yang melibatkan gerakan mekanisme yang lebih, mount dirancang untuk melacak gerakan bintang dengan cara memutar pada sumbu tunggal, ini dinamakan mounting equatorial. Mounting ini mempunyai kecenderungan desain yang lebih luas dan lebih berat daripada desain alt-az; untuk menggunakan mounting equatorial dengan baik anda harus mensetting arah langit selatan. Beberapa teleskop mempunyai motor drive yang kecil untuk menggerakan sekeliling angkasa hanya dengan menekan tombol keypad. Pada tipe yang lebih tinggi levelnya, kita kenal sebagai teleskop Go To, teleskop yang walau kecil dibangun dengan sistem kontrol yang dikendalikan dengan hand control. Sekali anda memasukan data saat ini, waktu, dan lokasi dimana anda berada, teleskop dapat memposisikan sendiri secara otomatis, dan melacak, ribuan objek langit. Beberapa teleskop Go To membimbing anda untuk memperlihatkan tur pengenalan objek terbaik objek langit, komplit dengan pembacaan digital yang menggambarkan apa yang dikenal pada tiap-ttiap objek langit.

Akan tetapi teleskop Go To bukan untuk kebanyakan konsumen atau pemakai teleskop- proses setup mungkin sedikit membingungkan jika anda tidak tahu persis bagaimana mencari bintang terang di langit yang cerah. Dan teleskop Go To ada yang harganya pada range lower price dengan aperture yang kecil dan dengan harga yang sebanding dengan teleskop yang tanpa elektronik yang pada katagori entry-levels.

Mohon diingat . . .

Beberapa teleskop dapat mengantarkan mata anda pada suatu kepuasan dalam menikmati indahnya observasi langit alam semesta. Hanya dengan sedikit perhatian untuk memilih teleskop yang tepat buat anda, anda sudah siap untuk menikmati indahnya langit malam sepanjang hidup anda, bersama keluarga, orang tercinta, kelompok pecinta alam, ataupun anda sendiri…

http://www.skyandtelescope.com/astronomy-equipment/types-of-telescopes/

Sejarah Penemu Teleskop Bukan Galileo

PENEMU teleskop pertama bukanlah Galileo, teleskop pertama dibuat pada tahun 1608 oleh orang belanda bernama Has Lippershey. Teleskop tersebut memiliki dua lensa yang membiaskan cahaya dan membuat obyek yang jauh kelihatan sangat dekat.

Setahun kemudian, seorang bernama Galileo Galilei menggunakan teleskop yang serupa untuk mempelajari bulan.

Teleskop Galileo, bukanlah teleskop pertama yang ditemukan. Sebelum Galileo, banyak peneliti yang mengklaim bahwa dirinya adalah penemu teleskop. Meskipun begitu, teleskop Galileo adalah suatu alat yang lebih baik dari modifikasi teleskop refraksi yang dibuat oleh orang berkebangsaaan Belanda, Hans Lippershey.

Hans Lippershey (1570 September 1619), dikenal juga Johann Lippershey atau Lipperhey, adalah seorang pembuat lensa berdarah Jerman-Belanda. Ia dilahirkan di Wesel, Jerman Barat. Kemudian ia menetap di Middelburg, Belanda pada 1594, serta menikah pada tahun yang sama, dan menjadi warganegara Belanda pada 1602. Ia tinggal Middelburg sampai kematiannya. Middelburg adalah sebuah kota yang maju, terutama setelah jatuhnya Antwerp pada 1585 di Spanyol, yang menyebabkan banyak dari penduduk Protestan melarikan diri ke utara ke Belanda. Ia diberi penghargaan karena berhasil menciptakan dan mendesain teleskop sederhana yang pertama.

Teleskop kemungkinan telah banyak diciptakan lebih awal, dan masih menjadi perdebatan tentang penemu yang sebenarnya. Tetapi Lippershey dipercaya sebagai orang pertama mendapat suatu hak paten untuk desainnya dan membuatnya untuk digunakan secara umum pada 1608.

Namun, pada pada kenyataanya ia gagal menerima suatu hak paten untuk teleskop temuannya itu. Tetapi akhirnya ia dihadiahi oleh pemerintah Belanda atas duplikat dari desainnya. ” The Dutch Perspective Glass “, Teropong bintang yang Lippershey temukan hanya bisa memperbesar tiga kali pembesaran. Inisiatif awal untuk memperoleh hak paten dari temuannya diajukan pada bagian akhir laporannya ke Kedutaan Belanda dari Kerajaan Siam yang dipimpin oleh Raja Ekathotsarot. Laporan diplomatik segera disebarkan ke Eropa, dan mendorong eksperimen oleh ilmuwan lain seperti Paolo Sarpi Italia, yang menerima laporannya pada bulan November, atau Thomas Harriot dari Inggris pada 1609, dan Galileo Galilei yang segera memodifikasi teleskop Lippershey.

Hans Lippershey memegang sebuah lensa di depan lensa lain untuk memperbesar jarak objek. Dengan memasang dua lensa di dalam tabung yang terbuat dari kayu, Lippershey membuat teleskop yang pertama.

Teknik membuat kaca baru diperkenalkan oleh orang Italia di 1590-an, dan mungkin beberapa gagasan tentang pengkombinasian lensa ini telah munculkan komunitas pembuat kaca. Walaupun orang-orang mengklaim bahwa penemuan yang teleskop dan perangkatnya mustahil untuk dijaga kerahasiaannya, catatan awal telah ditemukannya suatu perangkat (seperti teleskop) tercantum pada surat pemerintah Zeeland ke delegasi nya di Serikat Belanda, tanggal 25 September 1608, yang berisi “siapakah orang yang menemukan penemuan baru yang dapat melihat benda pada jarak jauh akan menjadi seolah-olah dekat”.

Setelah itu, juga ada petisi dari Jacob Metius dari Alkmaar, sebuah kota di utara Belanda, yang juga mengklaim dirinya sebagai penemu teleskop. Klaim ketiga juga muncul dari Sacharias Janssen, dan juga menjadi bahan pembicaraan di Middelburg, yang muncul beberapa dekade kemudian. Catatan yang ada tidak cukup memadai untuk menentukan siapa yang sebenarnya penemu dari teleskop. Semua dapat kita katakan bahwa hak paten Lippershey adalah awal dari sebuah catatan ditemukannya teleskop.

Cornelius De Waard

Sebelum membicarakan Cornelis De Ward, kita harus mengetahui salah satu penemu teleskop lagi, yang bernama Zacharias Janssen. Zacharias Janssen ( c. 1580- c. 1638) adalah seorang berkebangsaan Belanda yang berasal dari Middelburg dan memperoleh penghargaan dari penemuannya. Zacharias Janssen juga merupakan salah satu orang yang dipercaya sebagai penemuan teropong bintang. Namun, sampai pada saat ini penemu sebenarnya dari teleskop masih dalam perdebatan. Pada tahun 2008, Belanda memperingati hari ultah yang ke-400 penemuan teropong bintang, dan memberi penghargaan untuk menghormati Jansen ataupun Hans Lippershey sebagai penemu dari teleskop

 

Kehidupan Sacharias Janssen yang telah didokumentasikan oleh banyak penyelidikan masih banyak yang simpang siur. Pada saat Perang Dunia II, banyak arsip bersejarah dari Middelburg dihancurkan oleh serangan bom pada tanggal 17 Mei 1940, saat invasi Nazi ke Belanda. Untunglah beberapa investigasi yang dilakukan sebelum Perang Dunia II telah dilakukan. Karena banyak file mengenai Jansen yang hilang akibat pengeboman. Salah satu investigasi yang penting dandipercaya mengenai Jansen adalah buku yang ditulis oleh Cornelis De Waard pada tahun 1906, de extenso.

http://www.wartamadani.com/2013/10/teleskop-sejarah-penemu-teleskop-bukan.html